Awas, Pencuri Mengincar Ponsel Tak Bersandi

Akan ada 1,5 miliar orang menggunakan internet tahun 2020. (Foto : Ilustrasi/youngster.id)

youngster.id - Banyak orang saat ini bergantung pada perangkat seluler untuk mengakses Internet dan melakukan aktivitas online. Sayangnya, mereka kurang melindungi ponsel mereka dengan kata sandi. Hal ini dimanfaatkan para pencuri digital.

Kaspersky Security melansir data, hampir separuh (48%) dari responden gagal melindungi perangkat seluler mereka, dan hanya 22% yang menggunakan solusi anti-pencurian. Bayangkan kalau pencopet yang mencuri telepon pintar bisa mendapatkan lebih dari sekedar gawai, tapi juga data pribadi pengguna. Ini adalah salah satu kekhawatiran terkini yang diangkat oleh Kaspersky Lab, yaitu mereka yang kerap meninggalkan perangkatnya dengan data berharga di dalamnya, karena tidak terlindungi dapat diakses oleh siapa saja.

Dmitry Aleshin, VP untuk Pemasaran Produk, Kaspersky Lab berkata, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan semua orang untuk mengamankan perangkat dan data yang mereka miliki. “Dengan membuat pengaturan kata sandi dan menggunakan solusi keamanan khusus, termasuk perlindungan anti pencurian, Anda dapat melindungi informasi pribadi, foto, dan akun daring dari kehilangan dan penggunaan ilegal dari orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya dalam keterangan, Jumat (13/7/2018) di Jakarta.

Baca juga :   LV Rilis e-commerce di Tiongkok

Menurut dia, sebagai gambaran, 68% orang mengatakan mereka secara teratur menggunakan Internet pada telepon pintar (naik dari 60% pada tahun 2016) dan 34% sekarang secara teratur menggunakan tablet untuk beraktivitas online.

Dengan demikian, berbagai jenis data berharga disimpan, dan dikirim dari perangkat tersebut. Misalnya, lebih dari sepertiga (35%) orang menggunakan telepon pintar mereka untuk melakukan transaksi perbankan online, yang tentu saja memberikan akses ke informasi keuangan yang berharga. Selain itu, 57% orang secara teratur menggunakan telepon pintar mereka untuk mengakses akun email pribadi dan 55% mengatakan mereka menggunakannya untuk aktivitas media sosial, dimana keduanya memiliki jumlah data sensitif yang tidak sedikit.

Tetapi memiliki banyak data berharga di perangkat seluler tidak selalu membuat orang sadar dan perlu untuk mengamankannya. Setidaknya terdapat hampir separuhnya, (48%) orang yang menggunakan kata sandi untuk melindungi perangkat seluler mereka dan hanya 14% yang mengenkripsi file dan folder untuk menghindari akses tidak diinginkan. Jadi, jika perangkat yang tidak terlindungi jatuh ke tangan yang salah, semua data mulai dari akun pribadi, foto, pesan bahkan detil keuangan dapat diakses oleh orang lain.

Baca juga :   TIK Dapat Percepat Inklusi Keuangan

Bahkan kehilangan perangkat yang terlindungi kata sandi masih memiliki konsekuensi signifikan. Sebagai contoh, kurang dari setengah (41%) orang melakukan backup data dan hanya 22% menggunakan fitur anti pencurian di perangkat selulernya. Hal ini dapat menyebabkan pemilik perangkat akan mengalami kesulitan mengakses informasi akun pribadi mereka sendiri ketika perangkat tercuri.

 

STEVY WIDIA