Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Bahasa.ai, Penyedia AI Bahasa Peroleh Pendanaan dari East Ventures

25 Agustus 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Bahasa.ai, Penyedia AI Bahasa Peroleh Pendanaan dari East Ventures

Para founders bahasa.ai. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Bahasa.ai, startup penyedia jasa kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI) mengumumkan telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari East Ventures. Investasi dengan jumlah yang tidak disebutkan ini diharapkan akan mempercepat misi perusahaan untuk membangun mesin Natural Language Processing/Understanding (NLP/NLU).

“Bahasa adalah warisan unik bagi Indonesia. Dengan lebih dari 700 dialek yang diucapkan di negara tersebut, sebagian besar orang Indonesia akan berbicara dengan dua bahasa: Bahasa Indonesia dan dialek. Hal ini menghasilkan banyak variasi slang, ejaan, dan singkatan ketika kita berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, yang kemudian menghadirkan peluang besar untuk NLP / NLU di Indonesia,” ungkap Melisa Irene selaku Principal East Ventures dalam keterangannya, Jumat (24/8/2018) di Jakarta.

Menurut dia, dengan mesin NPL/NLU akan memampukan kecerdasan buatan untuk memakai bahasa Indonesia dengan lebih relevan dan kontekstual. Saat ini, Bahasa.ai telah mengimplementasikan teknologinya untuk membantu perusahaan mengeksekusi strategi chatbot mereka.

Baca juga :   Sampoerna University Gelar DisruptED 2021, Persiapkan Tenaga Pengajar Hadapi Era Disrupsi Pendidikan

“Kami percaya bahwa Hokiman dan tim memiliki pola pikir yang benar untuk mengambil pendekatan pasaran dalam membangun teknologi yang akan benar-benar memahami pengguna Indonesia,” tegas melisa.

Sementara itu, Hokiman Kurniawan selaku CEO Bahasa.a i mengungkapkan, setidaknya ada 2 elemen yang harus diatasi untuk membuat chatbot berbahasa Indonesia yang baik, yakni teknologi dan desain.

Dari sisi teknologi, pembuatan modul NLP/NLU bahasa Indonesia memiliki tantangan besar dikarenakan adanya banyak bahasa slang yang dinamis serta struktur tata bahasa yang rumit. Untuk mengatasi kendala tersebut, Bahasa.ai memiliki berbagai mesin untuk terus mempelajari gaya serta penggunaan bahasa orang Indonesia, salah satunya adalah mesin crawler yang senantiasa terus memantau dari media sosial.

“Kami juga memiliki metode khusus untuk mengatasi kata-kata yang secara semantik terus berulang. Misalnya penggunaan kata ‘saya, aku, dan gue’ yang secara semantik mirip, dapat dipetakan oleh mesin kami sehingga chatbot mampu mengenali konteks percakapan,” ungkapnya.

Baca juga :   Dukung Bisnis UKM Pendidikan, Telkom, Pintek dan GIJ Berkolaborasi

Dari sisi desain, Hokiman menekankan pentingnya memiliki kerangka desain yang dapat memungkinkan chatbot untuk memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan bisnis klien dan membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak keuntungan dan manfaat.

“Misi kami adalah membuat mesin dapat mengerti bahasa Indonesia secara komprehensif. Kami percaya teknologi ini tidak hanya dapat diimplementasi pada chatbot saja. Ketika mesin dapat berbahasa Indonesia dengan baik, akan ada banyak potensi pertumbuhan produktivitas di Indonesia”, ujar Hokiman .

Menurut dia Bahasa.ai senantiasa menerapkan pandangan ini dengan terus mengembangkan produk serta layanan yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan.

“Meskipun para pendiri perusahaan semuanya adalah engineer , kami sangat memperhatikan bagaimana produk kami dapat membantu bisnis klien kami berkembang. Bersama Bahasa.ai, perusahaan mampu mempercepat proses transaksi bisnis mereka serta menyelesaikan permasalahan pelanggan mereka secara efisien dan kapanpun. Tidak hanya itu, melalui dashboard kami yang mudah digunakan, perusahaan juga dapat memantau aktivitas bisnis serta interaksi chatbot dengan pelanggan mereka,” jelas Hokiman.

Baca juga :   Perusahaan Indonesia Masuk Top 10 Startup Unggul G20 Innovation League 2021

Fathur Rachman Widhiantoko, CTO Bahasa.ai mengatakan, penerapan dan teknologi yang tepat untuk chatbot berbasis kecerdasan buatan dapat sangat bermanfaat bagi bisnis. “Salah seorang klien kami yang merupakan perusahaan distribusi lokal di Banten mampus secara
konsisten menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp. 600-900 juta setiap bulan melalui strategi chatbot yang baik,” katanya.

Samsul Rahmadani, Chief Artificial Intelligence Bahasa.ai menjelaskan, dibutuhkan teknologi yang memungkinkan mesin untuk berinteraksi dengan manusia secara mulus, sehingga perusahaan dapat melakukan interaksi pribadi baik skala rendah maupun besar dengan pelanggan mereka. Bahasa.ai hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial Intellegence (AI)bahasa.aiEast Ventures
Previous Post

Acer Switf 5 Bagi Mereka Yang Memiliki Mobilitas Tinggi

Next Post

Facebook Kucurkan Rp1,5 Triliun Bagi UMKM Indonesia

Related Posts

Ini Tiga Model Ekonomi Kreatif Yang Bakal Tren di 2025
STARTUP

Sinergi Hexahelix Jadi Penguat Ekosistem Creative Tech Nasional

12 Januari 2026
0
Videotto
STARTUP

East Ventures Beri Pendanaan Tahap Awal ke Startup Singapura Videotto

29 Oktober 2025
0
Climate Impact Innovations Challenge 2025
STARTUP

East Ventures Umumkan 3 Pemenang Climate Impact Innovations Challenge 2025

14 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
Potensi Pemasaran Digital Indonesia Besar

Facebook Kucurkan Rp1,5 Triliun Bagi UMKM Indonesia

Shopee Gelar Festival Belanja Online 14 hari Nonstop

Shopee Gelar Festival Belanja Online 14 hari Nonstop

Kolaborasi Fabelio & Negarawan Hadirkan Furnitur Bermotif Batik Indonesia

Kolaborasi Fabelio & Negarawan Hadirkan Furnitur Bermotif Batik Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Living Lab Ventures

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
TikTok Shop

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
XLSMART

Sambut Ramadan 2026, XLSMART Perluas Jaringan 5G Dengan Dukungan Teknologi AI-Ready

11 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Living Lab Ventures

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
TikTok Shop

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
XLSMART

Sambut Ramadan 2026, XLSMART Perluas Jaringan 5G Dengan Dukungan Teknologi AI-Ready

11 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version