Bahasa.ai, Penyedia AI Bahasa Peroleh Pendanaan dari East Ventures

Para founders bahasa.ai. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Bahasa.ai, startup penyedia jasa kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI) mengumumkan telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari East Ventures. Investasi dengan jumlah yang tidak disebutkan ini diharapkan akan mempercepat misi perusahaan untuk membangun mesin Natural Language Processing/Understanding (NLP/NLU).

“Bahasa adalah warisan unik bagi Indonesia. Dengan lebih dari 700 dialek yang diucapkan di negara tersebut, sebagian besar orang Indonesia akan berbicara dengan dua bahasa: Bahasa Indonesia dan dialek. Hal ini menghasilkan banyak variasi slang, ejaan, dan singkatan ketika kita berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, yang kemudian menghadirkan peluang besar untuk NLP / NLU di Indonesia,” ungkap Melisa Irene selaku Principal East Ventures dalam keterangannya, Jumat (24/8/2018) di Jakarta.

Menurut dia, dengan mesin NPL/NLU akan memampukan kecerdasan buatan untuk memakai bahasa Indonesia dengan lebih relevan dan kontekstual. Saat ini, Bahasa.ai telah mengimplementasikan teknologinya untuk membantu perusahaan mengeksekusi strategi chatbot mereka.

“Kami percaya bahwa Hokiman dan tim memiliki pola pikir yang benar untuk mengambil pendekatan pasaran dalam membangun teknologi yang akan benar-benar memahami pengguna Indonesia,” tegas melisa.

Baca juga :   Ryan Gondokusumo : Tidak Menyangka Menjadi Entrepreneur

Sementara itu, Hokiman Kurniawan selaku CEO Bahasa.a i mengungkapkan, setidaknya ada 2 elemen yang harus diatasi untuk membuat chatbot berbahasa Indonesia yang baik, yakni teknologi dan desain.

Dari sisi teknologi, pembuatan modul NLP/NLU bahasa Indonesia memiliki tantangan besar dikarenakan adanya banyak bahasa slang yang dinamis serta struktur tata bahasa yang rumit. Untuk mengatasi kendala tersebut, Bahasa.ai memiliki berbagai mesin untuk terus mempelajari gaya serta penggunaan bahasa orang Indonesia, salah satunya adalah mesin crawler yang senantiasa terus memantau dari media sosial.

“Kami juga memiliki metode khusus untuk mengatasi kata-kata yang secara semantik terus berulang. Misalnya penggunaan kata ‘saya, aku, dan gue’ yang secara semantik mirip, dapat dipetakan oleh mesin kami sehingga chatbot mampu mengenali konteks percakapan,” ungkapnya.

Dari sisi desain, Hokiman menekankan pentingnya memiliki kerangka desain yang dapat memungkinkan chatbot untuk memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan bisnis klien dan membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak keuntungan dan manfaat.

“Misi kami adalah membuat mesin dapat mengerti bahasa Indonesia secara komprehensif. Kami percaya teknologi ini tidak hanya dapat diimplementasi pada chatbot saja. Ketika mesin dapat berbahasa Indonesia dengan baik, akan ada banyak potensi pertumbuhan produktivitas di Indonesia”, ujar Hokiman .

Baca juga :   Tim Rise Indonesia Juara Asia Pasific Schneider Electric Go Green 2018

Menurut dia Bahasa.ai senantiasa menerapkan pandangan ini dengan terus mengembangkan produk serta layanan yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan.

“Meskipun para pendiri perusahaan semuanya adalah engineer , kami sangat memperhatikan bagaimana produk kami dapat membantu bisnis klien kami berkembang. Bersama Bahasa.ai, perusahaan mampu mempercepat proses transaksi bisnis mereka serta menyelesaikan permasalahan pelanggan mereka secara efisien dan kapanpun. Tidak hanya itu, melalui dashboard kami yang mudah digunakan, perusahaan juga dapat memantau aktivitas bisnis serta interaksi chatbot dengan pelanggan mereka,” jelas Hokiman.

Fathur Rachman Widhiantoko, CTO Bahasa.ai mengatakan, penerapan dan teknologi yang tepat untuk chatbot berbasis kecerdasan buatan dapat sangat bermanfaat bagi bisnis. “Salah seorang klien kami yang merupakan perusahaan distribusi lokal di Banten mampus secara
konsisten menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp. 600-900 juta setiap bulan melalui strategi chatbot yang baik,” katanya.

Samsul Rahmadani, Chief Artificial Intelligence Bahasa.ai menjelaskan, dibutuhkan teknologi yang memungkinkan mesin untuk berinteraksi dengan manusia secara mulus, sehingga perusahaan dapat melakukan interaksi pribadi baik skala rendah maupun besar dengan pelanggan mereka. Bahasa.ai hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Baca juga :   Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Dipercepat

 

STEVY WIDIA