Berkat Inovasi Generali Indonesia Tumbuh Pesat

(ki-ka)Chief Marketing & Product Management Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama, Chief Executive Officer (CEO) Global Business Lines & International Generali Group Frederic De Courtois, CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman dan Generali Asia Regional Officer - Roberto Leonardi. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Generali Indonesia membukukan total premi sebesar Rp 3,2 Triliun dan pertumbuhan premi bruto yang sangat baik hingga mencapai 21% dibanding tahun sebelumnya. Pesatnya pertumbuhan bisnis Generali di Indonesia didukung oleh beragam inovasi produk serta layanan yang berkesinambungan.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan hasil yang baik ini mendorong perusahaan untuk meraih laba bersih sebesar Rp 61,3 Milyar hanya dalam 8 tahun beroperasi. Karena itu dia optimistis membukukan kinerja yang positif pada tahun ini dengan target mempu meningkatkan pertumbuhan premi double digit.

“Untuk premi tahun 2018 ini masih yakin tumbuh double digit,” kata Edy dalam keterangan resmi baru-baru ini di Jakarta.
Pertumbuhan akan didorong oleh berbagai inovasi baru yang disesuaikan dengan perubahan kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi. Inovasi- inovasi dalam hal produk, proses dan layanan terus mendukung pertumbuhan jalur distribusi keagenan, bancassurance maupun bisnis grup.

Edy menjelaskan, Generali Indonesia pada tahun 2017 membukukan pertumbuhan premi bruto sangat baik hingga mencapai 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Hasil ini mendorong perusahaan untuk meraih laba bersih sebesar 61,3 miliar rupiah hanya dalam 8 tahun beroperasi.
Tak hanya mencatatkan laba pertama, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Generali Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 31% menjadi 4,4 triliun rupiah, sementara itu rasio solvabilitas di angka 317%.

Baca juga :   DBS Indonesia Distribusikan Produk Asuransi Dari Chubb

Dia melanjutkan, pertumbuhan pemi Generali pada tahun lalu didorong oleh kinerja produk unit link yang tumbuh 27% menjadi 2,7 triliun rupiah. Adapun dari sisi klaim, Generali mencatatkan penyaluran dana klaim sebesar 544,5 miliar rupiah, atau meningkat 32% dibandingkan 2016 sebesar 413,4 miliar rupiah.

Jalur distribusi bancassurance menjadi kontributor tersebesar dengan persentase 46 persen. Sementara 44% disumbang dari channel keagenan, dan 10 persen dari bisnis kumpulan.

Memasuki 2018, Generali fokus pada pengembangan produk dan automasi atau digitalisasi, baik untuk nasabah maupun penjualan. Salah satu pengembangan produk yang dilakukan yakni dengan meluncurkan manfaat asuransi tambahan bertajuk Medical Plan.



STEVY WIDIA