Danamon Peduli Gelar Pasar Sejahtera dan Festival Pasar Rakyat (FPR) Magelang 2018

youngster.id - Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) meresmikan pasar percontohan sekaligus peluncuran Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan yang sama turut juga digelar Festival Pasar Rakyat Magelang 2018 (FPR).

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menjadi tonggak sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli dalam keterangannya, Rabu (29/8/2018) di Jakarta.

Bertajuk “Terus Kumandhang!”, FPR merupakan upaya untuk mempromosikan peran dan nilai pasar rakyat (pasar tradisional) dalam format kegiatan kreatif, edukatif dan budaya. Pagelaran FPR Magelang dan Program Pasar Sejahtera ini didukung sepenuhnya oleh Forum Komunitas Seni Budaya Magelang (FKSM) dan Pemerintah Kota Magelang.

Baca juga :   Menkominfo Ajak Bank Dukung Ekosistem Startup Fintech

Restu menjelaskan, sejak 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai.

“Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI),” katanya.
Saat ini, terdapat enam pasar percontohan Pasar Sejahtera yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Rejowinangun-Magelang dan Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Dasan Agung-Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pasar Lambocca Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pasar Rejowinangun Kota Magelang merupakan Pemenang Inovasi Terbaik dari Anugerah Pancawara 2017 yang diselenggarakan oleh Danamon Peduli dan Kementerian Pergadangan RI untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II dengan judul inovasi “Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya.”

Kegiatan ini berbarengan dengan Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari kampanye nasional “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara” yang digagas pada 2015 lalu oleh Danamon Peduli. Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik, khususnya komunitas lokal organik yang tumbuh di masyarakat dalam pengembangan pasar rakyat. Melalui Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli ingin menyampaikan pesan sosial, yaitu pentingnya nilai, peran, dan keberadaan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan kreatif, edukatif dan budaya.

Baca juga :   Danamon Angkat Kapasitas Pengusaha UMKM Pekalongan

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan totalitas komunitas lokal Kota Magelang yang diwakilkan oleh FKSM terhadap pelaksanaan FPR Magelang 2018. Kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya,” ujar Restu.

Berkolaborasi dengan komunitas lokal kota Magelang yang bergabung di bawah FKSM, FPR Magelang 2018 bertema “Terus Kumandhang!” telah digelar sejak 22 Juli 2018 hingga 26 Agustus 2018.

Acara ini melibatkan Heru Prasetya, penggiat budaya asal Solo, serta 59 komunitas dari berbagai lintas sektor dan melibatkan 1.000 relawan sebagai pengisi acara, acara ini diramaikan serangkaian kegiatan di Pasar Sidomukti (pasar ikan hias, pasar burung, dan pasar klithikan) dan Pasar Rejowinangun seperti bersih-bersih Kali Manggis dan penebaran benih ikan, seni budaya ruwat pasar, sarasehan sejarah pasar, aneka lokakarya (videografi dan kriya), kompetisi foto dan sketsa, cek kesehatan gratis dan donor darah, instalasi seni, pameran foto dan sketsa pasar, lukis mural dan aneka lomba yang melibatkan pedagang dan pelajar serta bebagai pertunjukan seni budaya.

Baca juga :   Belanja TI Diperkirakan Naik 4%

STEVY WIDIA