DesaKini, Aplikasi Untuk Informasi Pembangunan Desa

Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, meluncurkan aplikasi multimedia bernama Desa Kini. Aplikasi ini memberi informasi seputar pembangunan desa, termasuk netizen dapat mengajukan pertanyaan kepada Menteri Desa.

Menteri Eko mengatakan, peluncuran Desa Kini berupa aplikasi yang terdiri dari empat kanal utama, yaitu kanal berita, video, radio dan jual beli.

“Kanal berita (www.beritandeso.com) ini berisi informasi seputar pembangunan desa, program desa serta artikel menarik yang dapat menjadi inspirasi pembangunan desa. Kanal ini terafiliasi langsung dengan kanal utama pemberitaan Kemendes,” papar Menteri Eko dalam keterangan resmi Rabu (23/5/2018) di Jakarta.

Dia menjelaskan, untuk kanal video ( www.ndeso.tv) terdiri dari empat rubrik utama yaitu berita seputar Kemendes, bincang desa atau talk show yang membahas isu-isu seputar program Kemendes yang sedang menjadi topik hangat. “Rubrik lainnya adalah empat program unggulan Kemendes, yakni Prukades, BUMDes, embung desa dan sarana olah raga desa.” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan, untuk kanal ‘Kata Menteri’ khusus menjawab pertanyaan seputar Kemendes yang diajukan publik atau netizen melalui sosial media.

Baca juga :   Traveloka Dukung Kemenpar Gaet 20 Juta Wisman ke Indonesia

“Harapannya kanal ini dapat menjawap pertanyan-pertanyaan yang diajukan melalui akun sosial media, baik akun Bapak Menteri maupun akun sosial media Kemendes. Kanal TV ini juga dapat menyiarkan event atau kegiatan menteri secara langsung (live stream) pada saat kunjungan kerja dan event-event kementerian,” ujarnya.

Sementara kanal radio dimaksudkan untuk menyampaikan informasi melalui audio dengan tiga program, yakni program desa yang berisi informasi seputar program unggulan, program hiburan dan program Bincang Menteri. Sedangkan kanal jual beli (www.pasarndeso.com) dibuat dengan harapan bisa mempertemukan antara penjual dan pembeli. Kanal ini memberi kesempatan penjual mengelola sendiri lapaknya dan calon pembeli dapat menghubungi langsung penjual layaknya pasar tradisional.

“Saat ini sudah ada sekitar 32 produk dari lima BUMDes yang sudah mengiklankan produk mereka di pasarndeso.com ini,” pungkas Anwar.



STEVY WIDIA