Belanja Skincare Premium di E-Commerce Meningkat, Konsumen Prioritaskan Kualitas

Belanja Skincare Premium

Konsumen Indonesia kini lebih mengutamakan kualitas produk kosmetik. (Foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Cara masyarakat Indonesia berbelanja online mulai berubah. Jika dulu harga murah menjadi faktor utama, kini konsumen semakin mempertimbangkan kualitas, keaslian produk, hingga pengalaman belanja yang lebih personal. Kategori kecantikan menjadi salah satu sektor yang paling mencerminkan perubahan perilaku belanja ini.

Tren ini terlihat dari data terbaru Lazada Indonesia yang mencatat peningkatan penjualan hampir 50% secara tahunan pada kuartal I 2026. Salah satu kategori dengan pertumbuhan paling signifikan datang dari produk kecantikan, khususnya skincare premium.

Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengatakan perubahan perilaku konsumen ini menjadi sinyal bahwa pelanggan kini lebih terencana dalam berbelanja.

“Kami melihat pelanggan tidak lagi semata berorientasi pada harga murah, tetapi semakin mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari produk yang mereka beli,” ucapnya, Kamis (30/4/2026).

Tidak hanya soal produk, konsumen kini juga semakin memperhatikan pengalaman belanja secara keseluruhan. Mulai dari kemudahan menemukan produk yang sesuai, program loyalitas, hingga layanan purna jual seperti pengembalian barang yang praktis menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Hal ini membuat platform e-commerce mulai berevolusi dari sekadar tempat transaksi menjadi ekosistem digital yang membantu konsumen mengambil keputusan belanja dengan lebih percaya diri.

Di Lazada, pengalaman tersebut didukung melalui berbagai fitur berbasis teknologi dan personalisasi. Salah satunya lewat fitur AI Lazzie yang membantu pelanggan menemukan rekomendasi produk sesuai kebutuhan mereka.

Selain itu, Lazada Membership juga memberikan berbagai keuntungan tambahan seperti voucher eksklusif brand, gratis pengembalian hingga 60 hari, serta layanan prioritas untuk pelanggan.

Menurut Amelia, kombinasi teknologi AI dan layanan personalisasi membuat konsumen bisa mendapatkan produk yang diinginkan dengan lebih rasional tanpa harus mengorbankan kualitas.

Brand skincare asal Korea Selatan, Laneige, menjadi salah satu contoh yang merasakan dampak tren tersebut. Melalui kolaborasi dengan Lazada selama lima tahun terakhir, Laneige melihat konsumen Indonesia semakin percaya diri membeli produk kecantikan premium lewat kanal digital.

Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, mengatakan pelanggan kini tidak lagi sekadar membeli skincare, tetapi juga mencari produk yang benar-benar relevan dengan kebutuhan mereka.

“Kami melihat pelanggan semakin mengutamakan kualitas dan bersedia berinvestasi pada produk skincare yang relevan untuk kebutuhan mereka. Melalui kemitraan dengan Lazada, kami dapat menghadirkan akses yang lebih mudah ke produk Laneige yang autentik, sekaligus memberikan nilai tambah melalui penawaran eksklusif yang memperkuat pengalaman belanja kecantikan yang menyeluruh,” jelas Amanda.

Peningkatan minat konsumen terhadap produk premium juga terlihat selama kampanye Ramadan pada kuartal pertama 2026. Di periode tersebut, Laneige mencatat peningkatan penjualan hingga 20 kali lipat dibanding hari biasa.

Perubahan perilaku konsumen ini juga membuka peluang baru bagi brand untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, bukan sekadar mengejar transaksi sesaat.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version