youngster.id - Meskipun akses terhadap teknologi digital terus berkembang pesat, banyak sekolah masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pelatihan, konten pembelajaran, dan dukungan pendampingan secara terstruktur agar pemanfaatan perangkat dapat memberikan dampak nyata dalam proses belajar-mengajar. Untuk mendukung upaya tersebut, Samsung Electronics Indonesia meluncurkan Samsung for Education Programme, sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup perangkat yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan, pengembangan guru, serta sekolah dalam setiap tahap perjalanan digital.
Vice President and Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania Carl Nordenberg mengatakan, Samsung for Education Programme hadir melalui dukungan end-to-end yang membantu sekolah mewujudkan pembelajaran digital yang efektif, terukur, dan dapat diterapkan secara luas sejalan dengan arah kebijakan nasional. Program ini selaras dengan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang telah menjangkau lebih dari 288.000 sekolah di seluruh Indonesia, serta mendukung ekosistem pendidikan yang mencakup lebih dari 50 juta siswa dan 4 juta guru.
“Di Samsung, kami percaya bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk memberdayakan setiap individu. Dalam dunia pendidikan, kami mewujudkan hal tersebut dengan menghadirkan ekosistem yang mendukung guru, memperkuat kesiapan digital sekolah, dan mendorong siswa untuk belajar dengan percaya diri,” katanya dikutip Kamis (9/7/2026).
Carl mengungkapkan, Samsung for Education menggabungkan perangkat yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan, pengembangan guru yang berkelanjutan, serta program pengakuan bagi sekolah dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi. Ketiga elemen ini saling melengkapi untuk membantu sekolah bertransformasi dari tahap awal adopsi digital menuju transformasi digital yang berkelanjutan.
Selain itu, melalui Samsung Learning Hub, program ini menyediakan pelatihan praktis dan pengembangan profesional untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan pembelajaran dan kegiatan belajar-mengajar. Tersedia modul terstruktur yang mencakup materi dari tingkat dasar hingga strategi lanjutan, sertifikat yang mengakui perkembangan kompetensi, serta konten pilihan yang dikembangkan bersama mitra pendidikan. Pengembangan profesional berkelanjutan ini diselenggarakan oleh Savvy, konsultan teknologi pendidikan.
Meskipun akses terhadap teknologi digital terus berkembang pesat, banyak sekolah masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pelatihan, konten pembelajaran, dan dukungan pendampingan secara terstruktur agar pemanfaatan perangkat dapat memberikan dampak nyata dalam proses belajar-mengajar. Untuk mendukung upaya tersebut, Samsung Electronics Indonesia meluncurkan Samsung for Education Programme, sebuah ekosistem terintegrasi yang mencakup perangkat yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan, pengembangan guru, serta sekolah dalam setiap tahap perjalanan digital.
Vice President and Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania Carl Nordenberg mengatakan, Samsung for Education Programme hadir melalui dukungan end-to-end yang membantu sekolah mewujudkan pembelajaran digital yang efektif, terukur, dan dapat diterapkan secara luas sejalan dengan arah kebijakan nasional. Program ini selaras dengan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang telah menjangkau lebih dari 288.000 sekolah di seluruh Indonesia, serta mendukung ekosistem pendidikan yang mencakup lebih dari 50 juta siswa dan 4 juta guru.
“Di Samsung, kami percaya bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk memberdayakan setiap individu. Dalam dunia pendidikan, kami mewujudkan hal tersebut dengan menghadirkan ekosistem yang mendukung guru, memperkuat kesiapan digital sekolah, dan mendorong siswa untuk belajar dengan percaya diri,” katanya dikutip Kamis (9/7/2026).
Carl mengungkapkan, Samsung for Education menggabungkan perangkat yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan, pengembangan guru yang berkelanjutan, serta program pengakuan bagi sekolah dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi. Ketiga elemen ini saling melengkapi untuk membantu sekolah bertransformasi dari tahap awal adopsi digital menuju transformasi digital yang berkelanjutan.
Selain itu, melalui Samsung Learning Hub, program ini menyediakan pelatihan praktis dan pengembangan profesional untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan pembelajaran dan kegiatan belajar-mengajar. Tersedia modul terstruktur yang mencakup materi dari tingkat dasar hingga strategi lanjutan, sertifikat yang mengakui perkembangan kompetensi, serta konten pilihan yang dikembangkan bersama mitra pendidikan.
Pengembangan profesional berkelanjutan ini diselenggarakan oleh Savvy, konsultan teknologi pendidikan.
Samsung juga memberikan pengakuan atas kemajuan sekolah dalam transformasi digital melalui dua tahap pengembangan. Setiap tahap dilengkapi dengan panduan terstruktur, sumber daya bagi pendidik, serta jalur yang jelas untuk membantu sekolah terus berkembang dalam perjalanan transformasi digitalnya.
Tahap pertama, Samsung School mengapresiasi sekolah yang telah membangun fondasi yang kuat dalam pemanfaatan teknologi digital secara efektif, dengan teknologi yang terintegrasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sebagai bagian dari perjalanan menuju Samsung Digital Lighthouse School.
Kemudian Samsung Digital Lighthouse School memberikan pengakuan kepada sekolah yang telah mengintegrasikan teknologi secara lebih mendalam dalam proses pengajaran, pembelajaran, dan praktik sekolah, didukung oleh pendidik yang tersertifikasi, hasil implementasi yang terdokumentasi, serta budaya berbagi pengetahuan yang kuat.
“Kami memiliki visi untuk membantu sekolah-sekolah di kawasan kami mempersiapkan masa depan, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal dan setiap guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Yayasan Al Muslim Bekasi dan Salman Al Farisi Bandung menjadi Samsung Digital Lighthouse School pertama di Asia Tenggara dan Oseania pada Januari 2025. Setahun kemudian, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang turut bergabung. Kini terdapat empat sekolah yang memperoleh pengakuan tersebut, masing-masing dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, prioritas, dan konteks pembelajaran mereka.
amsung juga memberikan pengakuan atas kemajuan sekolah dalam transformasi digital melalui dua tahap pengembangan. Setiap tahap dilengkapi dengan panduan terstruktur, sumber daya bagi pendidik, serta jalur yang jelas untuk membantu sekolah terus berkembang dalam perjalanan transformasi digitalnya.
Tahap pertama, Samsung School mengapresiasi sekolah yang telah membangun fondasi yang kuat dalam pemanfaatan teknologi digital secara efektif, dengan teknologi yang terintegrasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sebagai bagian dari perjalanan menuju Samsung Digital Lighthouse School.
Kemudian Samsung Digital Lighthouse School memberikan pengakuan kepada sekolah yang telah mengintegrasikan teknologi secara lebih mendalam dalam proses pengajaran, pembelajaran, dan praktik sekolah, didukung oleh pendidik yang tersertifikasi, hasil implementasi yang terdokumentasi, serta budaya berbagi pengetahuan yang kuat.
“Kami memiliki visi untuk membantu sekolah-sekolah di kawasan kami mempersiapkan masa depan, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal dan setiap guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Yayasan Al Muslim Bekasi dan Salman Al Farisi Bandung menjadi Samsung Digital Lighthouse School pertama di Asia Tenggara dan Oseania pada Januari 2025. Setahun kemudian, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang turut bergabung. Kini terdapat empat sekolah yang memperoleh pengakuan tersebut, masing-masing dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, prioritas, dan konteks pembelajaran mereka.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post