youngster.id - Indosat Ooredoo Hutchison memasuki babak baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perpanjangan masa jabatan Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha pada 29 September 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari langkah Perseroan untuk melanjutkan agenda strategis dan transformasi jangka panjang.
Memasuki fase berikutnya, Indosat akan memperluas implementasi strategi AI North Star. Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem AI yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti mengatakan, keberlanjutan strategi tersebut menjadi momentum bagi Indosat untuk memperluas kapabilitas sekaligus menciptakan nilai bagi pelanggan dan ekosistem digital Indonesia.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” ujar Reski, dikutip Jumat (2/10/2026).
Untuk mendukung pemanfaatan AI, Indosat terus membangun infrastruktur yang dapat menopang kebutuhan komputasi dan konektivitas. Salah satunya melalui Zankore yang diperkuat kontrak jangka panjang dengan kapasitas sebesar 200 MW.
Di sisi konektivitas, RAIA Grid turut memperkuat fondasi tersebut dengan dukungan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur ini ditujukan untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, hingga masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian dari fondasi AI Factory dan ekosistem AI Indosat. Melalui pengembangan tersebut, Indosat ingin bergerak dari sekadar menyediakan kapasitas AI menuju pemanfaatan teknologi yang dapat menghasilkan nilai nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.
Selain membangun infrastruktur, Indosat juga mendorong pemanfaatan AI yang lebih efisien. Salah satunya melalui uji coba AI-RAN yang dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20% dibandingkan jaringan konvensional.
Pengembangan ekosistem AI juga tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Ketersediaan sumber daya manusia dengan keterampilan yang sesuai menjadi bagian lain dari strategi Indosat.
Perseroan menargetkan dapat memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada 2030. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat riset AI, mendorong inovasi, sekaligus mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Indosat juga berupaya memperluas akses terhadap peluang digital bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, strategi AI Indosat tidak hanya diarahkan pada pembangunan teknologi, tetapi juga pada pengembangan manusia yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut.
Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha menjadi salah satu bagian dari keberlanjutan agenda transformasi Indosat. Pada fase berikutnya, Perseroan akan melanjutkan pengembangan infrastruktur, kapabilitas cloud, platform, dan solusi AI dalam satu ekosistem.
Indosat melihat pengembangan tersebut sebagai upaya untuk membuka akses teknologi AI yang lebih luas bagi pelaku usaha dan masyarakat Indonesia. Di saat yang sama, pengembangan talenta digital menjadi bagian penting agar pertumbuhan teknologi dapat diikuti dengan kemampuan sumber daya manusia yang memadai.
Melalui kombinasi infrastruktur, teknologi, dan talenta, Indosat menargetkan pertumbuhan AI tidak berhenti pada peningkatan kapasitas teknologi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi lebih banyak peluang bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem digital Indonesia.
STEVY WIDIA
