youngster.id - Pengalaman belanja online sedang memasuki fase baru. Jika sebelumnya e-commerce identik dengan promo dan kecepatan pengiriman, kini teknologi mulai mengambil peran lebih besar—membuat proses belanja terasa lebih personal, interaktif, bahkan intuitif.
Langkah ini terlihat jelas dalam kolaborasi terbaru antara Lazada dan Nestlé melalui ajang Nestlé Nutrition x Lazada Regional Super Brand Day (RSBD) yang digelar pada 23 April 2026 di lima negara Asia Tenggara.
“Kemitraan yang kuat dengan brand adalah inti dari upaya kami untuk terus meningkatkan pengalaman belanja di Lazada,” ujar Amelia Tediarjo, Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia dikutip Kamis (23/4/2026).
Menurut Amelia, memasuki tahun keenam, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kemitraan brand, tetapi juga menandai pergeseran penting dalam cara konsumen berinteraksi dengan platform e-commerce. Untuk itu, Lazada mengintegrasikan kapabilitas kecerdasan buatan (AI) secara lebih dalam ke dalam pengalaman belanja, menghadirkan pendekatan yang lebih personal dan berbasis percakapan.
Di tengah semakin kompleksnya pilihan produk, terutama di kategori seperti nutrisi anak, kehadiran AI menjadi solusi yang relevan. Lazada memperkenalkan asisten belanja berbasis AI bernama LazzieChat, yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung layaknya berbicara dengan seorang advisor.
Berbeda dengan pencarian konvensional, fitur ini memungkinkan konsumen mengajukan pertanyaan secara natural—mulai dari rekomendasi produk hingga penjelasan kandungan—langsung di dalam aplikasi. Dengan integrasi ke toko resmi Nestlé, pengalaman ini menjadi lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan pengguna.
Pendekatan ini secara tidak langsung mengubah cara orang berbelanja. Proses yang sebelumnya pasif—sekadar scrolling dan membandingkan—kini menjadi lebih aktif dan eksploratif. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk, tetapi juga memahami apa yang mereka beli.
Integrasi AI ini juga menjadi refleksi dari arah baru industri e-commerce. Di tengah persaingan yang semakin ketat, diferensiasi tidak lagi hanya soal harga atau promo, melainkan pengalaman pengguna yang lebih relevan dan personal.
“Melalui kolaborasi dengan Nestlé, kami menggabungkan produk-produk tepercaya dengan pengalaman brand yang imersif dan bermakna berkat kapabilitas berbasis AI untuk menghadirkan perjalanan belanja yang lebih interaktif dan intuitif bagi pelanggan di seluruh kawasan,” katanya.
Dengan memanfaatkan AI, platform seperti Lazada mulai bergerak menuju model belanja yang lebih cerdas—di mana sistem tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membantu pengguna mengambil keputusan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa masa depan e-commerce tidak lagi sekadar transaksi digital, tetapi pengalaman yang dipersonalisasi. AI bukan hanya fitur tambahan, melainkan menjadi bagian inti dalam membangun interaksi antara brand dan konsumen.
STEVY WIDIA
