Menuju Hub Asia Tenggara, Potensi Infrastruktur Digital Indonesia Melompat Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8

Kabel Laut RISING 8

Menuju Hub Asia Tenggara, Potensi Infrastruktur Digital Indonesia Melompat Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8 (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Indonesia berpeluang besar menjadi hub konektivitas digital utama di kawasan Asia Tenggara seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi bawah laut. Potensi ini kian nyata melalui keterlibatan aktif perusahaan nasional, PT Nica Globalmarin Indonesia, dalam proyek internasional RISING 8 Submarine Cable System.

Jaringan kabel laut internasional ini memiliki kapasitas raksasa hingga 400 Tbps yang menghubungkan jalur strategis Jakarta, Batam, dan Singapura. Infrastruktur kabel laut ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas konektivitas data regional guna menopang lonjakan kebutuhan cloud computing, infrastruktur AI, hyperscale data center, hingga layanan digital lintas negara.

Dalam proyek berskala besar ini, Nica Globalmarin dipercaya penuh untuk menangani pekerjaan shore end installation dan cable landing di wilayah Tanjung Pakis, Jawa Barat, termasuk penggelaran kabel sepanjang 9 kilometer pada jalur Jakarta–Batam.

Urgensi penguatan jaringan tulang punggung (backbone) nasional ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang melesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus angka 221 juta pengguna dengan tingkat penetrasi mencapai 79,5%.

Sejalan dengan meroketnya konsumsi data masyarakat, pasar data center di Indonesia juga diproyeksikan tumbuh sangat pesat. Sejumlah laporan industri memperkirakan nilai pasar data center nasional akan meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar US$1,83 miliar pada tahun 2026 menjadi US$3,48 miliar pada tahun 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) mencapai 13,71%.

Tidak hanya dari sisi nilai pasar, kapasitas IT load data center Indonesia juga diperkirakan melonjak tajam dari 1,44 GW pada tahun 2025 menjadi 3,56 GW pada tahun 2030. Tren kenaikan ini otomatis melipatgandakan kebutuhan pembangunan jaringan submarine cable sebagai pilar utama konektivitas.

Direktur PT Nica Globalmarin Indonesia, Arnezus Ayal, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kabel laut saat ini telah menjadi elemen strategis dalam mendukung transformasi digital nasional maupun regional.

“Pertumbuhan data center, infrastruktur cloud, dan kebutuhan layanan digital membuat subsea connectivity menjadi infrastruktur yang sangat penting. Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu hub konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Arnezus, dikutip Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan aktif perusahaan lokal dalam proyek internasional juga membuktikan bahwa kapabilitas marine engineering dan subsea operation terapis Indonesia kini sudah semakin kompetitif di tingkat regional.

Proyek RISING 8 sendiri memiliki total panjang sistem mencapai 1.128,5 kilometer, dengan segmen Jakarta–Batam sebagai jalur terpanjang sekitar 1.053,5 kilometer. Proses instalasi di segmen ini dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena membutuhkan koordinasi presisi antara tim operasional laut (offshore) dan tim darat (onshore).

Dalam pelaksanaannya, Nica Globalmarin sukses menjalankan operasi ship-to-ship transpooling cable di area lepas pantai menggunakan armada Landing Craft Tank (LCT) yang dimodifikasi khusus. Tim marine perusahaan juga menerapkan anchor mooring operation yang ketat guna menjaga stabilitas posisi kapal selama proses transfer kabel antar-vessel berlangsung.

Saat ini, pasar submarine cable Indonesia diproyeksikan terus tumbuh sekitar 12% CAGR sepanjang periode 2024–2030. Dengan rampungnya tahapan cable landing dan shore end installation oleh Nica Globalmarin, proyek RISING 8 kini memasuki proses integrasi perangkat (equipment integration) serta konektivitas sistem dengan target Ready For Service (RFS) pada akhir tahun 2026.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version