youngster.id - Perusahaan full-stack insurtech regional, Igloo, mengumumkan akuisisi terhadap Eazy Digital, perusahaan teknologi asuransi (insurtech) yang bermarkas di Singapura dengan fokus operasional di Thailand dan Asia. Melalui aksi korporasi ini, seluruh basis klien dan tim Eazy Digital di Thailand akan dilebur ke dalam ekosistem Igloo.
Pendiri Eazy Digital, Harprem Doowa, ditunjuk untuk memimpin operasi sebagai Country Head Igloo Thailand sekaligus Head of Tech Solutions APAC. Langkah ini menjadi transaksi besar kedua Igloo di Thailand dalam kurun waktu 12 bulan, setelah sebelumnya membentuk joint venture dengan JMT Network Services pada 2025 untuk membangun perusahaan asuransi digital pertama di negara tersebut.
Dua langkah strategis ini mengukuhkan posisi Thailand sebagai salah satu pasar pertumbuhan prioritas bagi Igloo. Kerja sama ini juga memperluas sistem operasi asuransi milik perusahaan ke pasar yang membutuhkan distribusi tertanam (embedded distribution) serta teknologi skala besar bagi perusahaan asuransi.
Sinergi Teknologi Berbasis AI
Eazy Digital dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam membantu perusahaan asuransi dan pialang mendigitalisasi manajemen agen, menyederhanakan operasional, serta meningkatkan produktivitas penjualan melalui platform digital terpadu. Teknologi startup ini akan melengkapi Igloo Tech Solutions—rangkaian solusi Igloo yang mencakup seluruh rantai nilai (value chain) asuransi.
CEO dan Co-Founder Igloo, Raunak Mehta, menjelaskan bahwa akuisisi ini memberikan akses langsung bagi para mitra di Asia terhadap seluruh layanan teknologi penataan produk berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Igloo.
“Thailand adalah salah satu pasar asuransi paling dinamis di Asia Tenggara. Mengakuisisi Eazy Digital memberi mitra kami di seluruh Asia akses langsung ke seluruh kapabilitas teknologi Igloo, sekaligus memperkuat kehadiran lokal, tim, dan kepemimpinan kami untuk melayani pasar ini dalam skala besar,” kata Raunak, Selasa (30/6/2026).
Hingga saat ini, Igloo beroperasi di enam pasar Asia Tenggara dan telah memfasilitasi lebih dari 1,6 miliar polis. Perusahaan memproses lebih dari 100 juta polis setiap bulan melalui kemitraan dengan lebih dari 100 mitra global seperti Chubb dan MSIG, serta telah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$100 juta dari investor global.
Dampak dan Komitmen Igloo di Pasar Indonesia
Agresivitas ekspansi Igloo di tingkat regional sejalan dengan misi perusahaan untuk mengatasi tantangan keterjangkauan (affordability) dan aksesibilitas (accessibility) produk asuransi di Indonesia. Sejak masuk ke pasar Indonesia pada pertengahan 2019, Igloo berfokus menghadirkan produk asuransi mikro yang relevan dan mudah diakses.
Rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan besar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 3,18% pada tahun 2021, dengan pertumbuhan pendapatan premi yang masih tergolong lambat.
Untuk mendorong peningkatan penggunaan asuransi di tanah air, Igloo menjalankan dua strategi utama. Pertama, Kemitraan Strategis Ekosistem Digital: Igloo menggandeng dompet digital DANA untuk menyediakan produk asuransi Gadget dan Gamer’s Health Protection, serta berkolaborasi dengan e-commerce Bukalapak untuk perlindungan barang elektronik, transit, dan good protection.
Kedua, Akselerasi Agen Melalui Platform AI: Pada tahun 2023, Indonesia menjadi negara kedua setelah Vietnam yang menerima peluncuran Ignite by Igloo. Platform berbasis AI ini membantu mitra penjual (agen) menyatukan data penjualan, memantau klaim secara real-time, serta membandingkan produk asuransi secara instan demi mempermudah pelayanan kepada nasabah.
.
STEVY WIDIA
