youngster.id - Cara menikmati musik di kalangan anak muda kini tidak hanya soal datang ke konser dan menyaksikan musisi tampil di atas panggung. Kehadiran komunitas digital membuat penggemar juga bisa terlibat dalam berbagai aktivitas bersama musisi, termasuk memberikan ide dan menentukan pengalaman yang ingin mereka rasakan.
Konsep tersebut dihadirkan Facebook melalui kolaborasi dengan label musik Indonesia AntiNRML. Keduanya akan menghadirkan konser Hipdut yang memadukan hip-hop dan dangdut dalam format Facebook Live pada 6 November 2026. Naykilla akan menjadi headliner bersama sejumlah musisi muda AntiNRML, yaitu Tenxii, Naufal Syachreza, dan Jemsii.
Director, Global Partnerships for SEA and Emerging Markets, Meta, Revie Sylviana mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi cara bagi Facebook untuk mempertemukan pengguna dengan minat yang sama sekaligus memberikan ruang bagi kreator dan musisi untuk membangun komunitas bersama audiens.
“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Facebook dapat menjadi ruang bagi orang-orang untuk mengeksplorasi minat mereka, sekaligus memberikan kesempatan bagi kreator untuk menjangkau lebih banyak orang dan membangun komunitas yang lebih aktif bersama audiens mereka,” ujar Revie dikutip Senin (5/10/2026).
Mengusung tema #BisaAjaDiFacebook, konser ini tidak hanya melibatkan fans sebagai penonton. Penggemar dapat bergabung dalam Facebook Group resmi AntiNRML untuk mengikuti perjalanan menuju konser sekaligus memberikan masukan terkait pengalaman yang akan dihadirkan.
Melalui komunitas tersebut, fans dapat berbagi ide, mengikuti polling, serta menyampaikan preferensi melalui rangkaian aktivitas co-creation yang berlangsung menjelang konser. Sejumlah masukan dari komunitas kemudian akan digunakan untuk menentukan dan mengembangkan elemen pertunjukan.
Dengan konsep tersebut, pengalaman konser tidak sepenuhnya ditentukan oleh penyelenggara dan musisi. Ide dan pilihan dari komunitas juga mendapat ruang untuk menjadi bagian dari pertunjukan yang nantinya dapat disaksikan secara langsung melalui Facebook Live.
“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan AntiNRML untuk menghadirkan konser Hipdut Facebook Live pertama di Indonesia. Sejak awal, Facebook hadir untuk membantu orang saling terhubung, dan nilai tersebut tetap menjadi inti platform seiring Facebook terus berkembang,” kata Sylviana lagi.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya AntiNRML memperkenalkan Hipdut sebagai ruang yang mempertemukan berbagai pengaruh musik dan cara berekspresi generasi muda.
Founder AntiNRML, BUNNY, mengatakan keterlibatan fans sejak awal diharapkan dapat membuat pengalaman konser terasa lebih dekat dengan komunitas yang mengikutinya.
“Bagi AntiNRML, Hipdut selalu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengaruh musik dan cara berekspresi para pendengarnya. Melalui kolaborasi dengan Meta, kami ingin membawa semangat tersebut satu langkah lebih jauh dengan menghadirkan konser Hipdut pertama yang dibentuk bersama fans melalui platform Facebook,” ujar BUNNY.
Menurutnya, ide dan kreativitas komunitas nantinya tidak hanya berhenti sebagai masukan, tetapi diharapkan dapat diwujudkan menjadi bagian dari pertunjukan.
“Kami ingin melihat bagaimana ide, pilihan, dan kreativitas komunitas dapat menjadi bagian nyata dari pertunjukan, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa dekat dengan mereka,” sambungnya.
Menjelang konser, penggemar dapat bergabung dengan Facebook Group AntiNRML untuk mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan. Komunitas juga dapat memberikan ide, memilih opsi, dan menyampaikan preferensi melalui aktivitas co-creation yang digelar secara berkala.
AntiNRML kemudian akan membagikan perkembangan konser melalui Facebook Group, termasuk informasi mengenai musisi yang akan tampil serta bagaimana masukan dari fans diwujudkan menjadi bagian dari pertunjukan.
Puncaknya, pada 6 November 2026, penggemar dapat menyaksikan hasil kolaborasi tersebut melalui Facebook Live. Konser juga akan dilengkapi elemen interaktif agar audiens yang mengikuti secara online tetap dapat terlibat selama pertunjukan berlangsung.
Kolaborasi Facebook dan AntiNRML ini menunjukkan bagaimana konser musik dapat berkembang menjadi pengalaman yang dibentuk bersama antara musisi dan komunitas. Bagi fans, media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat mengikuti kabar musisi, tetapi juga ruang untuk menyampaikan ide dan ikut mengambil bagian dalam pengalaman yang mereka sukai.
Sementara bagi musisi dan kreator, komunitas digital dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens sekaligus menemukan cara baru dalam mengembangkan karya dan pengalaman bersama penggemar.
STEVY WIDIA
