youngster.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin memengaruhi cara perusahaan menghadirkan layanan kepada pelanggan. Tidak hanya digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, AI juga mulai dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih personal dan relevan sesuai kebutuhan pengguna.
Tren tersebut menjadi salah satu fokus Telkomsel dalam perjalanannya memasuki usia ke-31 tahun.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan bahwa di tengah era transformasi digital dan AI, pendekatan yang berpusat pada pelanggan menjadi semakin penting. Menurutnya, teknologi perlu dikembangkan tidak hanya untuk menghadirkan inovasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan empati menjadi kunci, sehingga setiap solusi mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan dalam keseharian pelanggan,” ujarnya.
Pemanfaatan AI di Telkomsel telah diterapkan pada berbagai layanan. Salah satunya melalui Autonomous Network yang membantu pengelolaan jaringan secara lebih cerdas sehingga kualitas layanan dapat tetap terjaga.
Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan Virtual Assistant Veronika yang memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat respons pelanggan sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih personal.
Tidak berhenti di situ, Telkomsel juga memperluas pemanfaatan AI ke sektor pendidikan dan pembelajaran. Melalui kolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI), Telkomsel menghadirkan Sacred Octagon di aplikasi MyTelkomsel. Platform ini dirancang sebagai solusi pembelajaran berbasis AI yang lebih interaktif dan relevan bagi keluarga Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI kini tidak lagi terbatas pada chatbot atau layanan pelanggan. “Teknologi ini mulai diterapkan untuk mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari pengelolaan jaringan, layanan pelanggan, hingga proses belajar yang lebih adaptif,” ujarnya.
Transformasi digital Telkomsel juga didukung pengembangan infrastruktur yang terus diperkuat. Saat ini jaringan 5G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia dengan lebih dari 6.380 BTS 5G yang beroperasi.
“Kehadiran jaringan generasi terbaru ini menjadi fondasi penting untuk mendukung berbagai layanan digital berbasis AI yang membutuhkan konektivitas cepat dan stabil,” kata Nugroho lagi.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, Telkomsel juga berupaya memperkuat ekosistem digital nasional melalui berbagai program pengembangan talenta. Salah satunya melalui NextDev, program inkubasi startup digital yang telah membantu lahirnya berbagai inovasi teknologi dari generasi muda Indonesia.
Upaya tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan talenta digital dan AI di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan teknologi, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting agar transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
STEVY WIDIA
