youngster.id - Minat terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA) mulai menunjukkan perkembangan di Indonesia. PINTU mencatat transaksi RWA di platformnya meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan akhir 2025.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra menjelaskan, salah satu hal yang membuat tokenized stock menarik adalah fleksibilitas waktu perdagangan.
“Yang pertama itu adalah trading time-nya bisa 24/7. Dan yang kedua, yang paling menarik sebenarnya ketika membeli kripto, pajak yang dikenakan itu sudah pajak final,” ujar Andy dalam Pintu VIP Private Media Gathering pada Jumat (18/9/2026) di Jakarta.
Menurut Andy, tokenized assets memungkinkan aset dunia nyata, termasuk saham dan produk investasi lainnya, direpresentasikan dalam bentuk token berbasis blockchain. Bagi pengguna, pendekatan ini membuka alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap aset global dengan mekanisme yang berbeda dari kepemilikan aset secara konvensional.
Untuk memperluas akses tersebut, PINTU menggandeng Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tokenisasi bagi investor Indonesia.
Selain dapat diperdagangkan sepanjang waktu, tokenized assets di PINTU juga dapat dibeli menggunakan rupiah. Dengan demikian, pengguna tidak perlu terlebih dahulu menukarkan rupiah ke dolar AS sebelum melakukan transaksi.
Keunggulan lainnya adalah akses secara fraksional. Pengguna tidak harus membeli satu aset secara utuh sehingga dapat menyesuaikan nilai investasi dengan dana yang dimiliki.
“Dengan tokenized asset ini kita dapat memperdagangkannya dengan mata uang rupiah. Konsumen tidak perlu menukarkan rupiahnya ke US dollar terlebih dahulu. Dan kedua juga bisa beli secara fraksional, jadi tidak harus beli satu saham utuh,” jelas Andy.
Saat ini, PINTU menyediakan sejumlah kategori tokenized assets, mulai dari US stocks, ETF, hingga komoditas. Untuk ETF, pengguna dapat mengakses produk yang merepresentasikan indeks seperti S&P 500, sementara kategori komoditas mencakup sejumlah aset seperti emas, perak, hingga paladium.
Melalui kolaborasi dengan Ondo Finance, PINTU melihat tokenized assets sebagai salah satu bagian dari perkembangan akses investasi global. Kehadiran berbagai pilihan aset tokenisasi juga memperluas alternatif bagi pengguna Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap aset global melalui platform aset crypto.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja menambahkan, perkembangan tokenized assets ke depan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Teknologi blockchain juga memungkinkan aset yang ditokenisasi memiliki fungsi lain dalam ekosistem Web3 dan decentralized finance (DeFi).
Salah satunya adalah pemanfaatan tokenized assets sebagai collateral atau jaminan dalam protokol DeFi. Dengan mekanisme tersebut, aset tidak hanya disimpan untuk menunggu kenaikan nilai, tetapi berpotensi digunakan dalam aktivitas keuangan berbasis blockchain lainnya.
“Capital efficiency adalah salah satu hal besar yang bisa dibuka oleh teknologi blockchain terhadap aset. Tokenized stocks dapat digunakan sebagai collateral untuk DeFi pools,” ujarnya.
Di sisi lain, pertumbuhan RWA berjalan beriringan dengan meningkatnya kontribusi pengguna premium di PINTU. Berdasarkan data internal sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume trading spot dan lebih dari 30 persen volume trading futures di platform.
Melihat perkembangan tersebut, PINTU juga memperkenalkan Pintu VIP Private, layanan yang ditujukan bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan tertentu. Layanan ini dilengkapi relationship manager pribadi, promo eksklusif, serta dukungan prioritas.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post