Tren Baru Gen Z: Liburan Singkat, Lebih Sering, Destinasi Lokal Makin Dilirik

Reunite dan Recharge

Lokasi wisata domestik Siladen Resort di Manado, Sulut. (Foto: Agoda/youngster.id)

youngster.id - Gaya liburan anak muda Indonesia mulai berubah. Kalau dulu identik dengan cuti panjang dan itinerary padat, sekarang Gen Z justru lebih memilih liburan singkat tapi sering. Destinasi lokal mulai jadi favorit. Tren ini diungkap oleh Agoda dalam laporan Agoda Travel Outlook Report 2026.

Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan, melihat tren ini sebagai sesuatu yang positif bagi pariwisata nasional.

“Menarik melihat Gen Z Indonesia menjadikan negaranya sendiri sebagai destinasi utama. Hal ini mencerminkan beragamnya pengalaman yang tersedia di dalam negeri, sekaligus meningkatnya apresiasi terhadap pariwisata lokal,” katanya dikutip Rabu (15/4/2026).

Insight ini berasal dari survei wisatawan Asia dalam Agoda Travel Outlook Report 2026 disebutkan, Gen Z Indonesia terbilang aktif bepergian. Sekitar 80% responden berencana melakukan 4 hingga lebih dari 11 perjalanan dalam setahun. Sementara itu, 90% memilih durasi menginap antara satu hingga tujuh hari—sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata Gen Z Asia.

Artinya, perjalanan singkat tapi intens kini jadi pola baru. Soal tujuan, pengalaman jadi faktor utama. Aktivitas luar ruang seperti menjelajah alam jadi pilihan terbanyak (40%), diikuti wisata kuliner (25%) dan eksplorasi budaya (20%). Gen Z cenderung merencanakan perjalanan berdasarkan pengalaman yang ingin didapat, bukan sekadar destinasi populer.

“Pendekatan ini membuat cara traveling jadi lebih personal dan meaningful. Destinasi dipilih bukan karena tren, tapi karena sesuai dengan apa yang ingin dirasakan—mulai dari petualangan, relaksasi, hingga eksplorasi budaya,” kata Gunawan.

Dari temuan tersebut, terlihat bahwa Gen Z Indonesia kini lebih mengutamakan fleksibilitas dan kemudahan dalam bepergian. Liburan tidak lagi harus panjang, tapi cukup singkat selama tetap bisa memberi pengalaman baru. Dengan pola ini, traveling jadi lebih mudah diselipkan di tengah rutinitas harian—baik di sela kerja, kuliah, maupun aktivitas lainnya.

Tren ini juga menunjukkan bahwa perjalanan kini bukan sekadar “kabur sejenak”, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup.

Menariknya, Gen Z Indonesia juga semakin condong ke destinasi domestik. Sebanyak 85% responden mengaku berencana bepergian di dalam negeri—menjadi angka tertinggi dibanding negara lain di Asia. Ini mencerminkan keseimbangan antara keinginan eksplorasi dan kenyamanan, sekaligus meningkatnya apresiasi terhadap destinasi lokal.

Untuk mendukung gaya traveling yang lebih fleksibel ini, Agoda menghadirkan berbagai pilihan dalam satu platform, mulai dari lebih dari 6 juta akomodasi, 130.000 rute penerbangan, hingga 300.000 aktivitas. Dengan begitu, pengguna bisa merancang perjalanan sesuai preferensi masing-masing dengan lebih praktis.

Perubahan gaya hidup ini, menunjukkan bagi Gen Z, traveling bukan lagi soal durasi, tapi soal pengalaman. Semakin fleksibel caranya, semakin besar peluang untuk menjadikannya bagian dari keseharian.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version