Visa Luncurkan A2A Protect Versi Baru, Perkuat Keamanan Pembayaran Digital Berbasis AI

Visa A2A Protect

Visa Luncurkan A2A Protect Versi Baru, Perkuat Keamanan Pembayaran Digital Berbasis AI (Foto: Istimewa)

youngster.id - Perusahaan teknologi pembayaran digital global, Visa, mengumumkan peluncuran versi terbaru dari A2A Protect. Solusi ini menghadirkan analisis risiko secara real-time untuk membantu perbankan mencegah kejahatan penipuan (fraud) pada transaksi antar-rekening (account-to-account/A2A) sebelum dana keluar dari rekening nasabah.

Pembaruan solusi ini memperkenalkan skor risiko terpadu (unified fraud score) baru—yang merupakan integrasi perdana teknologi Featurespace oleh Visa di pasar—guna memberikan sinyal pendeteksian penipuan yang lebih cepat dan akurat serta meminimalkan peringatan palsu.

Selain itu, Visa mengembangkan kapabilitas pencegahan penipuan pelengkap melalui Visa Graph IQ. Fitur berteknologi graph dan investigasi otonom (agentic) ini memberikan wawasan mendalam untuk membantu lembaga keuangan membongkar jaringan penipuan, mengidentifikasi aktivitas penampung dana (money mule), melacak ancaman baru, dan mempercepat proses investigasi risiko.

Maraknya Penipuan di Asia Pasifik

Pengembangan teknologi ini merespons pesatnya pertumbuhan pembayaran A2A secara global yang diproyeksikan melampaui 5,8 triliun transaksi pada 2028 (melonjak 160% dari 2024). Wilayah Asia Pasifik diperkirakan menyumbang lebih dari separuh total transaksi A2A global pada periode tersebut.

Namun, pertumbuhan pesat ini diiringi risiko kejahatan yang tinggi. Kawasan Asia Pasifik diperkirakan menyumbang sekitar 67% dari total kerugian penipuan (scam) dunia yang mencapai US$1,03 triliun per tahun, di mana wilayah Asia saja mencatatkan kerugian *scam* sebesar US$688,42 miliar pada tahun 2024.

Head of Value-Added Services Visa Asia Pacific, Serene Gay, menekankan pentingnya perlindungan ekosistem pembayaran di kawasan ini.

“Seiring pesatnya transaksi antar-rekening di Asia Pasifik, lembaga keuangan membutuhkan cara untuk memperluas pembayaran digital secara aman tanpa mengorbankan kenyamanan nasabah. Pembaruan A2A Protect menggabungkan kecerdasan jaringan Visa dengan kemampuan AI canggih untuk membantu klien mendeteksi penipuan lebih awal dan merespons ancaman lebih cepat,” ujar Serene, dikutip Kamis (3/9/2026).

Tingkatkan Efektivitas Deteksi Penipuan hingga 75 Persen

A2A Protect memanfaatkan teknologi AI terkini dan transfer learning mutakhir untuk memberikan akses langsung bagi perbankan terhadap analisis risiko global, tanpa perlu menunggu berbulan-bulan untuk membangun model dari data internal bank.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan Visa A2A Protect mampu meningkatkan efektivitas pendeteksian penipuan hingga 75% dalam enam bulan pertama penerapan.

Platform ini terintegrasi langsung dengan sistem perbankan yang ada melalui satu pintu API (Application Programming Interface). Setiap notifikasi bahaya dilengkapi dengan penjelasan dalam bahasa yang mudah dipahami (plain language explanation), sehingga tim manajemen risiko dapat mengambil tindakan cepat tanpa mengganggu kenyamanan transaksi nasabah yang sah. (*AMBS)

 

Exit mobile version