AdaKami Gandeng UNS Gelar ‘FutureFin’, Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Dorong Literasi Fintech

AdaKami - FutureFin

Karissa Sjawaldy, Chief of Public Affairs AdaKami (Foto: Istimewa)

youngster.id - Fintech AdaKami (PT Pembiayaan Digital Indonesia) memperkenalkan inisiatif Tech for Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Sebagai program perdana, keduanya menggelar FutureFin, sebuah kompetisi karya tulis ilmiah yang dirancang untuk memacu inovasi mahasiswa dalam pengembangan industri financial technology (fintech) di Indonesia.

Program ini bertujuan mendorong generasi muda untuk melahirkan gagasan mengenai layanan pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menyatakan bahwa Tech for Indonesia adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata bagi komunitas anak muda.

“Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara kritis, termasuk risiko yang melekat, serta pentingnya membedakan layanan legal dari praktik ilegal yang merugikan,” ujar Karissa, dikutip Rabu (4/3/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, memberikan apresiasi atas kontribusi AdaKami dan FEB UNS dalam meningkatkan literasi keuangan digital.

“Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem keuangan yang sehat dan melindungi konsumen, sesuai dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023-2028,” ujar Eko.

Kompetisi FutureFin terbuka bagi seluruh mahasiswa lintas fakultas. Para peserta tidak hanya sekadar berkompetisi, tetapi akan mendapatkan pendampingan intensif melalui: Kuliah Umum–Sesi daring dan luring mengenai lanskap industri fintech, Mentorship–Bimbingan langsung dari akademisi, pakar, dan praktisi industry, dan Seleksi & Presentasi–Proses kurasi gagasan hingga babak final.

Topik utama yang diangkat meliputi perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika pasar, serta regulasi yang membentuk industri pindar di tanah air. Pengumuman pemenang dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Mei 2026.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai FutureFin sebagai wadah strategis untuk mengasah kemampuan problem solving mahasiswa dalam konteks industri nyata.

“Program ini selaras dengan pencapaian SDG 4 untuk peningkatan kualitas pendidikan dan SDG 17 mengenai kolaborasi lintas institusi untuk inklusivitas. Kami berharap mahasiswa dapat menghasilkan karya berkualitas sekaligus memperluas eksposur mereka terhadap industri fintech,” tutur Prof. Bhimo.

Melalui inisiatif ini, AdaKami menegaskan perannya dalam membangun industri fintech Indonesia yang kredibel dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif talenta muda dari institusi pendidikan tinggi.

 

HENNI S.

 

Exit mobile version