youngster.id - DBS Bank dan Visa resmi mengumumkan kolaborasi strategis untuk mempelopori masa depan pembayaran yang diinisiasi oleh agen kecerdasan buatan (AI). Melalui program percontohan di bawah naungan Visa Intelligent Commerce (VIC), kedua institusi ini memanfaatkan infrastruktur aman Visa dan rangkaian API terintegrasi untuk memungkinkan agen AI melakukan transaksi atas nama konsumen secara aman dan transparan.
Pencapaian ini menjadikan DBS sebagai penerbit kartu (issuer) pertama di Asia Pasifik yang memajukan penggunaan agentic commerce dari sekadar konsep menjadi realitas. Kolaborasi ini meletakkan fondasi bagi adopsi teknologi pembayaran berbasis AI yang terukur di seluruh kawasan, dengan tetap mengedepankan kendali penuh dan persetujuan dari sisi nasabah.
“Agen AI membuka fase baru dalam pembayaran digital, di mana transaksi rutin dapat diselesaikan secara efisien dan andal untuk membantu nasabah menghemat waktu,” ujar Ananya Sen, Group Head of Regional Consumer Products DBS Bank, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pembayaran yang dipimpin oleh agen dapat diterapkan secara aman dalam skala besar, sekaligus menetapkan standar baru bagi pembayaran masa depan yang cerdas dan mulus.
Langkah ini diambil menyusul studi terbaru dari Visa yang menunjukkan bahwa penggunaan chatbot AI generatif telah menjadi arus utama di Singapura. Hampir 77% penduduk Singapura sudah menggunakan alat AI generatif dalam kehidupan sehari-hari, dan 80% konsumen mengandalkan bantuan AI saat berbelanja daring. Momentum ini menjadi landasan kuat bagi DBS dan Visa untuk mengintegrasikan AI lebih dalam ke dalam kebiasaan digital masyarakat.
Dalam uji coba yang telah dilakukan, DBS dan Visa sukses mendemonstrasikan serangkaian transaksi makanan dan minuman (F&B) dunia nyata. Agen bertenaga AI terbukti mampu menyelesaikan tugas harian atas nama nasabah menggunakan kartu kredit dan debit DBS/POSB melalui alur yang dikendalikan oleh penerbit kartu. Kedepannya, kolaborasi ini akan diperluas ke berbagai transaksi lain seperti pemesanan perjalanan hingga belanja daring guna mengurangi langkah manual dan menyederhanakan proses pembayaran.
T.R. Ramachandran, Head of Products & Solutions Asia Pasifik Visa, turut menekankan bahwa melalui Visa Intelligent Commerce dan Trusted Agent Protocol, pihaknya tengah membangun fondasi agar agentic commerce tetap aman melalui autentikasi tingkat lanjut.
“Fokus utama dari kolaborasi ini adalah membentuk kerangka kerja di mana kepercayaan, tanggung jawab, dan pilihan nasabah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap transaksi AI di masa depan,” Ramachandran.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post