youngster.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi digital secara keseluruhan tetap kuat. Yang menunjukan lonjakan adalah adopsi teknologi pembayaran nontunai melalui fitur Quick Response Code Indonesian Standard Tanpa Pindai atau QRIS Tap.
Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bahwa Volume transaksi pembayaran digital secara nasional mencapai 14,26 miliar transaksi pada triwulan IV-2025, tumbuh sebesar 39,21% secara tahunan (year on year/yoy).
“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet juga masing-masing tumbuh 12,10% dan 15,10% (yoy). Hal ini didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” dikutip Kamis (22/1/2026).
Secara khusus, transaksi QRIS (pindai maupun sentuh) mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 139,99% (yoy). Perry menegaskan bahwa kinerja positif ini didorong oleh perluasan akseptasi pembayaran digital, serta peningkatan jumlah pengguna dan merchant di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, pertumbuhan signifikan ini dipicu oleh penerapan sistem QRIS Tap In dan Tap Out yang semakin masif, terutama di sektor transportasi publik.
“Pada triwulan IV-2025, QRIS Tap telah memproses lebih dari 1,44 juta transaksi dengan nominal melampaui Rp28 miliar,” ucapnya.
Saat ini, penggunaan QRIS Tap berkembang pesat di wilayah Jabodetabek, khususnya pada lima moda transportasi utama. Guna memperluas jangkauan, BI berencana membuka akses fitur ini bagi pengguna perangkat berbasis iOS (Apple), setelah sebelumnya hanya tersedia untuk ponsel Android.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post