youngster.id - Platform keuangan B2B lintas negara (cross-border) berbasis teknologi, XTransfer, menegaskan perannya dalam mendukung ekspansi ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui solusi pembayaran internasional yang lebih efisien, aman, dan patuh regulasi. Hal ini disampaikan dalam ajang Malaysia Economic Forum (Forum Ekonomi Malaysia/FEM) 2026.
Founder dan CEO XTransfer, Bill Deng, memaparkan pengalaman XTransfer bekerja dengan UMKM di berbagai negara. Bill menilai banyak pelaku usaha sebenarnya sudah mampu menembus pasar ekspor, namun masih menghadapi hambatan besar dalam meningkatkan skala bisnis.
Hambatan utama tersebut meliputi persoalan kepercayaan, kepatuhan regulasi (compliance), serta keterbatasan operasional yang sering muncul dalam bentuk keterlambatan pembayaran, permintaan dokumen berulang, ketidakpastian nilai tukar (foreign exchange), dan tekanan modal kerja saat volume pesanan meningkat.
“Bagi UKM B2B di perdagangan internasional, kendala terbesar bukan pada permintaan pasar, melainkan kompleksitas operasional di balik pembayaran lintas negara, valuta asing, dan kepatuhan regulasi. Persyaratan anti pencucian uang (AML) sering menjadi tantangan baik bagi bank maupun UKM, sehingga menciptakan friksi yang memperlambat perdagangan yang sah,” ujar Bill, Kamis (12/2/2026).
XTransfer menekankan bahwa solusi pembayarannya dirancang untuk menyederhanakan proses transaksi lintas negara dengan sistem kepatuhan terintegrasi, manajemen risiko otomatis, serta infrastruktur pembayaran global yang memungkinkan UKM menerima dan mengirim dana secara lebih cepat dan transparan.
Bill juga menyoroti perubahan struktur perdagangan global dari jalur tradisional yang didominasi Amerika Serikat menuju perdagangan intra-Asia dan rute Selatan–Selatan (South–South). Tren ini tercermin dari data transaksi UKM pengguna platform XTransfer sepanjang 2025.
Pada 2025, rata-rata nilai penerimaan dana XTransfer dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin tumbuh 106% secara tahunan. Afrika mencatat pertumbuhan tertinggi lebih dari 270%, Amerika Latin mencapai 94%, sementara kawasan ASEAN tumbuh 82%.
XTransfer juga memperluas jangkauannya di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan KBank pada akhir 2025. Kemitraan ini bertujuan mempercepat transaksi perdagangan internasional bagi UKM di ASEAN dengan memanfaatkan jaringan KBank, sekaligus menghadirkan layanan keuangan lintas negara yang lebih efisien, aman, dan berbiaya rendah di pasar Indonesia. (*AMBS)
