DKI Kembangkan UMKM di Rusun

Gelar Pasar Murah di rusun Rawa Bebek, Jakarta. (Foto: Merdeka/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pemprov DKI Jakarta akan segera merealisasikan program pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bagi warga penghuni rumah susun (rusun). Tempat yang menjadi pilot project pengembangan UMKM antara lain rusun Rawabebek, Pulogebang, Komaruddin, dan Jatinegara Barat.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan untuk menyiapkan 50-100 warung dan kios di setiap rumah susun di Jakarta.

“Kami siapkan lahan milik pemerintah di area rusun, dan untuk permodalannya nanti oleh Dinas UMKM dan tentu dibantu dari anggaran corporate social responsibility (CSR),” paparnya Senin (6/3/2017) di Balai Kota Jakarta.

Menurut Arifin warga rumah susun yang membuka usaha mengalami kesulitan pemasaran seiring lokasi yang digunakan tidak strategis sehingga menyulitkan penjualan. “Selama ini kan banyak yang buka usaha di rumah susun dan tidak laku karena tempatnya di dalam. Siapa yang beli kalau buka usahanya di lantai atas,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan mendata semua lahan rumah susun yang masih memiliki ruang cukup untuk pengembangan usaha seperti di area parkir, lahan depan hingga luar area dengan catatan lahan tersebut masih milik pemda.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi mengatakan pihaknya menyiapkan Rp11 miliar untuk pengembangan usaha bagi warga rumah susun di DKI.

Dia mengatakan saat ini baru dua rumah susun yakni Jatinegara barat dan Pulogebang yang telah dibangun secara semi permanen area sentra UMKM yang dikelola warga rumah susun.”Ada sekitar 20 rumah susun lagi yang akan kami kembangan sentra UMKM. Ke depan setiap rumah susun ada pusat kuliner hingga kios sembakonya,” kata Irwandi.

Menurut dia, banyak warga rumah susun kesulitan mencari penghasilan setelah relokasi dari tempat sebelumnnya. Oleh karena itu, pengembangan usaha dinilai menjadi solusi untuk warga rumah susun memeroleh penghasilan kembali. “Nanti mereka bisa berjualan bukan hanya untuk warga rumah susun, tapi untuk semua warga karena sedang disiapkan lahannya agar bisa diakses semua orang yang lewat,” ujar Irwandi lagi.

STEVY WIDIA