Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

e-Commerce Dorong Kesetaraan Sosial di Indonesia

4 September 2018
in News
Reading Time: 1 min read
iDEA Gelar Kenduri e-UKM di Surabaya

Pelaku e-commerce di idEA. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Penjualan barang-barang secara online di Indonesia meningkat pesat. Menurut laporan terbaru McKinsey & Company, dalam lima tahun saja pemasukan diperkirakan meningkat delapan kali lipat hingga US$ 65 miliar (Rp 910 triliun).

Pertumbuhan ini akan dengan jelas membawa keuntungan finansial bagi ekonomi, meningkatkan kesetaraan sosial dan gender, sembari meningkatkan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi di luar pulau Jawa.

“Sudah ada berbagai riset mengenai dampak teknologi digital pada ekonomi Indonesia. Namun, yang kurang hingga saat ini, dan yang menjadi fokus laporan kami, adalah dampak pada sektor ril. Riset kami menunjukkan bahwa bukan hanya bagaimana penjualan online meningkat pesat, namun juga bagaimana ini menguntungkan bagi ekonomi, dan sekaligus mendorong kesetaraan sosial,” kata Phillia Wibowo, Presiden Direktur PT McKinsey Indonesia dalam laporan berjudul “The digital archipelago: How online commerce is driving Indonesia’s economic development”.

Dia mengungkapkan, Indonesia adalah pasar perdagangan online terbesar di Asia Tenggara, dengan estimasi penjualan senilai sekitar US$ 8 miliar (Rp 112 triliun) pada 2017. Itu mewakili hanya 5% dari total penjualan ritel.

Baca juga :   JD Berharap Jadi E-Commerce Cerdas Di Masa Depan

Evolusi perdagangan online di negara-negara lain memperlihatkan bahwa Indonesia saat ini menyerupai Tiongkok pada 2010, dengan penetrasi e-tailing, PDB per kapita, penetrasi internet, pembelanjaan ritel, dan urbanisasi ada di tingkatan yang serupa.

Berdasarkan pertumbuhan perdagangan online Tiongkok yang sangat cepat dari 3 % pada 2016 ke 16% saat ini. Sangat mungkin bagi Indonesia untuk bertumbuh dengan kecepatan yang sama – atau bahkan lebih cepat dikarenakan kegemaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan ponsel pintar dan media sosial.

“Melihat potensi perdagangan online dalam mendorong perkembangan ekonomi Indonesia, penting sekali untuk kita semua mendukung pertumbuhannya. Tapi satu pihak saja tidak bisa melakukannya sendiri. Sektor publik dan swasta harus berkolaborasi untuk memecahkan tantangan-tantangan yang ada,” kata Wibowo.

Baca juga :   Pokemon Air Adventure Siap Dukung Pariwisata Indonesia

 

STEVY WIDIA

Tags: e-commerceMcKinsey & Company
Previous Post

ICN Pilih 9 Startup Binaan Baru

Next Post

Bejen, Masker Wajah Dari Kopi

Related Posts

Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026
e-COMMERCE

E-commerce Indonesia Masuk Babak Confident Commerce di 2026

17 Januari 2026
0
Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan
e-COMMERCE

Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan

6 Desember 2025
0
Shopee Live
e-COMMERCE

Pelaku UMKM Raup US$270 Miliar secara Global Melalui Platform Shopee

2 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Bejen,  Masker Wajah Dari Kopi

Bejen, Masker Wajah Dari Kopi

Perlu Upaya Keras Memperkenalkan Produk Digital Indonesia

Bekraf Gelar Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia

Untuk Anak Bangsa, Program Gojek Bagi Pejuang Kemerdekaan

Go-Jek Gandeng 3 Fintech Untuk Perkuat Layanan Keuangan

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version