youngster.id - Kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2025 tercatat meningkat signifikan. Data internal SIRCLO menunjukkan jumlah transaksi tumbuh hingga 115% pada periode dua minggu sebelum Ramadan hingga dua minggu setelah Idulfitri, dibandingkan dengan satu bulan sebelum Ramadan.
Peningkatan ini tidak hanya dipicu oleh belanja harian, tetapi juga persiapan menyambut Hari Raya, seperti pembelian pakaian baru, hampers untuk kerabat, perlengkapan rumah tangga, serta kebutuhan hidangan khas Lebaran.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, intensitas belanja tahun ini dinilai semakin tinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh momentum penerimaan gaji bulanan dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang berdekatan dengan rangkaian promo e-commerce, seperti program Payday pada 25 Februari dan Double Day pada 3 Maret. Rangkaian momentum tersebut memberi konsumen lebih banyak pilihan untuk berbelanja dengan penawaran optimal.
Vice President of Account Management SIRCLO, Arnold Oscar Suandrea Chandra, mengatakan perusahaan menghadirkan laman khusus untuk memudahkan konsumen mengakses berbagai penawaran selama Ramadan.
“Untuk memudahkan akses terhadap berbagai penawaran selama bulan Ramadan, SIRCLO menghadirkan laman ‘Supersale’ bertemakan ‘Festival Ramadan’ yang menghimpun promo dari brand dalam ekosistem SIRCLO ke dalam satu platform terpusat. Dengan begitu, konsumen dapat melihat berbagai program secara lebih praktis,” ujar Arnold, Kamis (25/2/2026).
Seiring meningkatnya aktivitas belanja, perencanaan keuangan menjadi semakin penting agar pengeluaran tetap terkendali selama Ramadan hingga Lebaran. Berdasarkan pengamatan SIRCLO, terdapat lima strategi utama yang dapat diterapkan konsumen agar tetap hemat saat berbelanja di platform e-commerce.
Pertama, menyusun kembali prioritas dan anggaran belanja. Konsumen disarankan mengidentifikasi kebutuhan utama seperti sembako, pakaian, bingkisan Lebaran, serta perlengkapan rumah tangga. Penetapan anggaran untuk setiap kategori membantu mencegah pengeluaran berlebih dan menjaga fokus pada kebutuhan yang benar-benar penting.
Kedua, memanfaatkan kanal digital untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif. Membandingkan harga, membaca ulasan konsumen, serta mengikuti rekomendasi content creator di media sosial dapat membantu konsumen mengambil keputusan belanja yang lebih tepat dan sesuai ekspektasi.
Ketiga, memadukan berbagai kanal belanja untuk pengalaman yang lebih fleksibel. Konsumen dapat menemukan produk melalui media sosial, menelusurinya di marketplace, hingga mencoba langsung di toko fisik sebelum menentukan kanal pembelian yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Keempat, menggunakan fitur keranjang belanja (cart) sebagai pelacak harga. Dengan memasukkan produk incaran lebih awal, konsumen dapat memantau perubahan harga dan menentukan waktu pembelian yang paling menguntungkan tanpa harus terburu-buru checkout.
Kelima, memaksimalkan promo secara strategis. Selama Ramadan hingga Lebaran, berbagai brand menawarkan diskon, voucher, bundling produk, dan gratis ongkir. Promo tersebut dapat membantu menghemat anggaran jika dimanfaatkan secara cermat dan sesuai kebutuhan.
Dengan lonjakan transaksi yang signifikan, tren belanja Ramadan–Lebaran 2025 menunjukkan peran e-commerce yang semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, konsumen tetap diimbau mengedepankan perencanaan dan strategi belanja agar kondisi keuangan tetap sehat hingga hari raya.
STEVY WIDIA
