Ekosistem Startup Digital Perlu Dibangun

Herbet Ang Presiden Direktur Acer Indonesia (tengah). (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Usaha rintisan atau startup sedang mengalami pertumbuhan yang pesat di Indonesia. Bahkan pemerintah memiliki target melahirkan 1.000 startup lokal dalam jangka waktu lima tahun. Namun untuk mempertahankan agar pertumbuhan startup itu signifikan dan bertahan lama, butuh ekosistem yang baik.

Untuk membangun ekosistem itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai elemen kebangsaan. Mulai dari lembaga pemerintah, institusi pendidikan hingga korporasi. Karena itu Gerakan National 1.000 Startup Digital mengajak keterlibatan semua pihak.

“Gerakan ini adalah gerakan gotong royong yang digulirkan untuk mendukung upaya pemeritah dalam menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital terkemuka di Asia. Gerakan ini bertujuan agar generasi muda sekarang ini bisa menjadi tumpuan produktivitas bangsa yang tentunya memiliki ide dalam menemukan peluang sehingga bisa menjadi pelaku ekonomi digital kreatif yang tidak hanya berkibar di pasar lokal, tetapi juga di kancah internasional,” ucap Yansen Kamto, Chief Executive Kibar dalam jumpa pers, Senin, (10/10/2016) di Jakarta.

Dukungan dari pihak korporat datang dari Acer Indonesia. “Jika ada gerakan nasional untuk membangun perekonomian bangsa menjadi lebih baik, kenapa tidak didukung? Apalagi Gerakan Nasional 1.000 startup digital ini sesuai dengan misi visi Acer yakni dapat menciptakan sesuatu menjadi lebih baik dengan memanfaatkan teknologi,” kata Herbet Ang Presiden Direktur Acer Indonesia pada kesempatan yang sama.

Menurut Herbert potensi perkembangan startup di Indonesia sangat besar. “Sebagai negara dengan populasi jumlah penduduk tertinggi keempat di dunia, bukan hal yang mustahil bagi Indonesia dalam mengembangkan berbagai usahanya ke mancanegara. Dengan begitu, kami merasa bangga telah dipercaya sebagai partner teknologi resmi dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, dan tahap demi tahap nantinya diharapkan akan lahir startup yang lebih fresh, inovatif, valuable dan solving problem bagi masyarakat Indonesia,“ lanjut Herbert

Bentuk dukungan akan hal itu, Acer menghadirkan program Acerleration. Acerleration dapat menjadi wadah komunitas startup di Indonesia untuk mendorong komunitas dan anak-anak muda di Indonesia agar memiliki jiwa entrepreneurship. Program ini juga menjadikan teknologi sebagai change maker yang positif bagi kemajuan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya dalam mencetak startup-startup yang fresh, unik, valuable, dan solving problem bagi masyarakat.

Selain itu, Acer akan membekali para pendiri startup yang terpilih sebagai Best Idea pada fase Hackathon di beberapa kota dengan Acer Chromebook 14. Bahkan lewat Acerleration, kata Herbert, beberapa lini produk Acer ditujukan untuk hacker, hustler, dan hipster. “Teknologi ini mendukung para startup untuk tumbuh dan mengakselerasi ide, budaya, dan bisnis ke level lebih tinggi,” ujarnya.

Nantinya, Acerleration tak hanya berisikan informasi mengenai Gerakan Nasional 1.000 Startup, tetapi juga akan berisi konten inspiratif seperti startup journey, how think like a founder, hingga bagaimana making social impact with technology. Sehingga para founder startup baru dapat mengambil insight dan key learning dari pelaku startup yang telah lebih dahulu sukses.

Hal ini diapresiasi Yansen Kamto, CEO Kibar selaku pengagas Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Menurut dia erja sama dengan Acer ini menjadi bagian dari ”˜gotong royong”™ yang baik di era digital.

Yansen menyebutkan akan ada kemitraan lainnya untuk mendukung terbentuknya ekosistem startup. Lembaga seperti perbankan, telekomunikasi bakal turut berkontribusi mengembangkan ekosistem startup.

“Jelas, sesegera mungkin kita jalin kemitraan-kemitraan lain dalam Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital,” kata dia.

 

STEVY WIDIA