Program WSP Musim Mas: Kelompok Bisnis Perempuan Sawit Raih Aset Rp80 Juta

Pemberdayaan Perempuan Sawit

Program WSP Musim Mas: Kelompok Bisnis Perempuan Sawit Raih Aset Rp80 Juta (Foto: Istimewa/Musi Mas)

youngster.id - Grup perusahaan kelapa sawit global, Musim Mas, menegaskan komitmennya dalam membangun industri yang inklusif dengan menempatkan kesetaraan gender sebagai strategi prioritas. Komitmen ini secara resmi diintegrasikan ke dalam Sustainability Roadmap Musim Mas 2026–2030.

Melalui penguatan Komite Gender dan Women Smallholders Program (WSP), Musim Mas berupaya menciptakan ekosistem kerja yang aman sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan di sepanjang rantai pasok sawit.

General Manager Sustainability Musim Mas, Vivi Anita, menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan investasi strategis.

“Kami tidak hanya melaksanakan bisnis yang bertanggung jawab, tetapi juga berinvestasi pada sumber daya manusia untuk meningkatkan ketahanan operasional perusahaan dan mendorong kedaulatan perempuan,” ujar Vivi, dikutip Senin (9/3/2026).

Menurutnya, hal ini adalah tahapan krusial menuju kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sejak dibentuk pada 2008, Komite Gender Musim Mas berfungsi melindungi pekerja perempuan dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender. Berkolaborasi dengan organisasi nirlaba global DIWA (Dignity in Work For All), perusahaan aktif menggelar pelatihan untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja di kebun serta pabrik.

Inisiatif ini memberikan ruang aman bagi pekerja perempuan untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus memperkuat mekanisme penanganan isu sensitif dengan pendekatan yang berpusat pada penyintas.

Dampak positif Musim Mas juga meluas ke tingkat komunitas melalui Women Smallholders Program (WSP). Program yang dimulai di Riau ini memberikan pelatihan literasi keuangan, nutrisi, hingga peluang bisnis bagi istri pekebun dan petani perempuan.

Hasil nyata dari implementasi awal program WSP meliputi: 574 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan untuk ketahanan ekonomi rumah tangga, 500 perempuan mendapatkan pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga, dan pembentukan 3 Kelompok Bisnis sembako dengan rata-rata pencapaian aset mencapai Rp80 juta per kelompok.

Prof. Ir. Diana Chalil, Ph.D., akademisi dari Universitas Sumatera Utara yang terlibat dalam pendampingan WSP, menilai keterlibatan perempuan sangat strategis.

“Perempuan memegang peran penting sebagai pengelola keuangan rumah tangga di perkebunan rakyat. Meningkatkan keberlanjutan sawit harus melibatkan dan memberdayakan mereka secara aktif,” ungkapnya.

Ke depan, Musim Mas berkomitmen memperluas jangkauan WSP ke berbagai wilayah operasional lainnya. Dengan mengintegrasikan perspektif gender ke dalam sistem manajemen, perusahaan berharap perempuan dapat terus tumbuh menjadi agen perubahan dalam mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

 

HENNI S.

Exit mobile version