youngster.id - Didirikan oleh tujuh mantan karyawan OpenAI yang keluar karena alasan etika, Anthropic kini bernilai hampir satu triliun dolar — lebih mahal dari Alibaba, BMW, dan seluruh industri perbankan Indonesia digabungkan. Ini bukan cerita tentang uang. Ini cerita tentang taruhan terbesar dalam sejarah teknologi manusia.
Bayangkan sebuah perusahaan yang baru berusia lima tahun, belum pernah IPO, dan didirikan bukan dengan misi mencari keuntungan — melainkan karena para pendirinya takut dengan apa yang sedang mereka bangun. Kini perusahaan itu bernama Anthropic, dan per 28 Mei 2026, ia baru saja menutup putaran pendanaan Series H senilai US$65 miliar dengan valuasi US$965 miliar — menjadikannya startup AI paling bernilai di dunia, melampaui rival terdekatnya, OpenAI.
|
Valuasi Terkini US$965 Miliar |
Total Dana Terkumpul US$125 Miliar+ |
Revenue Tahunan (est.) US$45 Miliar |
Usia Perusahaan 5 tahun |
Ini bukan anomali biasa. Ini adalah studi kasus paling ekstrem dari apa yang terjadi ketika modal bertemu ketakutan existential — dan ternyata, keduanya menghasilkan uang yang sangat, sangat besar.
Lahir dari Perpecahan Ideologis
Untuk memahami Anthropic, kita harus mundur ke Desember 2020. Di dalam kantor OpenAI, sekelompok peneliti senior mulai resah. Dario Amodei, saat itu VP of Research OpenAI yang ikut membangun GPT-3 — benih dari ChatGPT — merasa arah perusahaan bergeser terlalu cepat, dengan terlalu sedikit perhatian pada keselamatan.
Bersama adiknya Daniela Amodei dan lima kolega lainnya, Dario hengkang. Mereka mendirikan Anthropic pada Januari 2021 sebagai public benefit corporation — struktur hukum yang secara eksplisit mewajibkan perusahaan mempertimbangkan dampak sosial, bukan sekadar profit pemegang saham.
“Kami membangun AI yang paling kuat sambil secara bersamaan mencari cara untuk membuatnya aman.” — Pitch awal Anthropic kepada investor, 2021
Ironisnya, proposisi paradoks inilah yang justru menarik investor. Dalam dunia di mana semua orang berlomba membangun AI lebih cepat, sebuah perusahaan yang dengan serius memikirkan risikonya terasa seperti nilai yang berbeda — dan langka.
Kronologi Pendanaan yang Memecahkan Rekor
Dari US$124 juta di Series A (2021), Anthropic membangun salah satu trajectory pendanaan paling agresif dalam sejarah startup teknologi:
|
Tahun |
Pendanaan |
|
Mei 2021
|
Series A US$124 Juta Modal awal. Tujuh pendiri, satu misi keselamatan AI. |
|
2023
|
Series B–C + Investasi Google ~US$7 Miliar Google masuk dengan US$500 juta, lalu tambah US$1,5 miliar. Amazon mulai melirik. |
|
2024
|
Series D–E + Amazon $8 Miliar ~US$14,3 Miliar Amazon total US$8 miliar, valuasi tembus US$18,4 miliar. Run-rate revenue: US$1 miliar. |
|
Mar 2025
|
Series E US$3,5 Miliar Dipimpin Lightspeed. Valuasi: US$61,5 miliar. |
|
Sep 2025
|
Series F US$13 Miliar ICONIQ, Fidelity, Lightspeed. Valuasi: US$183 miliar. Revenue: US$5 miliar/tahun. |
|
Feb 2026
|
Series G US$30 Miliar GIC, Coatue, D.E. Shaw. Valuasi: US$380 miliar. Hampir tiga kali lipat dalam 5 bulan. |
|
Mei 2026
|
Series H Terkini US$65 Miliar Altimeter, Sequoia, Dragoneer. Valuasi: US$965 miliar. IPO Oktober 2026. |
Siapa yang Berani Menaruh Uang Sebanyak Ini?
Yang membuat fenomena Anthropic semakin menarik adalah siapa yang berinvestasi: bukan hanya venture capitalist tradisional, tetapi juga raksasa teknologi yang secara teknis adalah pesaing langsung.
|
Investor |
Kategori |
Jumlah Investasi |
|
Amazon (AWS) |
Infrastruktur + Ekuitas |
US$25 Miliar+ |
|
Google (Alphabet) |
Strategis |
~US$2 Miliar+ |
|
Sequoia Capital |
Venture Capital |
Series H Lead |
|
Fidelity / BlackRock |
Institusi Keuangan |
Miliaran USD |
|
Samsung / SK Hynix |
Strategis Hardware |
Series H |
|
GIC Singapura |
Sovereign Wealth Fund |
Lead Series G |
Amazon menginvestasikan US$25 miliar dan sebagai gantinya mendapat komitmen Anthropic untuk menghabiskan US$100 miliar di infrastruktur AWS. Google melakukan hal serupa. Ini bukan sekadar investasi — ini adalah perjanjian yang mengikat masa depan komputasi AI ke dalam ekosistem masing-masing raksasa teknologi.
Angka yang Membuat Kepala Pusing
Untuk memahami betapa luar biasanya angka-angka ini, pertimbangkan konteks berikut. Ketika Anthropic berdiri di 2021, valuasinya nol. Lima tahun kemudian, US$965 miliar, valuasinya lebih besar dari valuasi gabungan seluruh perusahaan publik di bursa saham Indonesia (IDX).
Pertumbuhan revenue-nya sama mengejutkannya: dari nol di 2021, ke US$1 miliar run-rate di awal 2025, ke US$5 miliar di Agustus 2025, ke estimasi US$45 miliar di Mei 2026. Dario Amodei tidak berlebihan ketika menyebutnya “perusahaan software dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah pada skala ini.”
Claude Code — produk coding AI yang diluncurkan Mei 2025 — sendiri mencapai US$2,5 miliar pendapatan tahunan pada Februari 2026. Enterprise pelanggannya mencakup Netflix, Spotify, KPMG, L’Oréal, dan Salesforce. Lebih dari 1.000 pelanggan kini membayar lebih dari US$1 juta per tahun.
IPO: Babak Berikutnya dari Taruhan Terbesar
Pada 1 Juni 2026 — empat hari setelah menutup Series H — Anthropic secara konfidensial mengajukan S-1 ke SEC Amerika Serikat. Target listing: Oktober 2026, di NASDAQ.
Jika berhasil, IPO ini akan menjadi salah satu debut terbesar dalam sejarah Wall Street. Pada valuasi US$965 miliar, Anthropic akan langsung masuk dalam daftar 50 perusahaan publik terbesar di AS pada hari pertama perdagangannya.
Sebuah perusahaan yang didirikan karena ketakutan terhadap AI, kini menjadi AI company paling bernilai di dunia. Paradoks ini mungkin adalah hal paling Silicon Valley yang pernah ada.
Namun pertanyaan yang belum terjawab tetap menggantung: apakah status publik akan mempertahankan misi keselamatan yang menjadi DNA Anthropic sejak hari pertama? Sebagai public benefit corporation, struktur hukum Anthropic memang memiliki perlindungan terhadap tekanan pemegang saham murni — tapi pasar saham adalah entitas dengan logikanya sendiri.
Yang jelas, narasi Anthropic — startup yang lahir dari kekhawatiran etika, dibesarkan oleh kapital raksasa, dan kini mendekati angka satu triliun dolar — adalah cermin paling jernih dari era yang kita tinggali: era di mana taruhan pada kecerdasan buatan adalah taruhan pada masa depan itu sendiri. (*AMBS)


















Discussion about this post