Fintech Harus Lindungi Para Nasabahnya

Asosiasi Financial Technology Indonesia (Aftech).(Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Asosiasi Fintech Indonesia ( Aftech) meminta agar pelaku fintech melindungi para nasabahnya dengan berpedoman pada code of conduct (COC). Hal ini agar bisnis pinjaman online atau P2P Lending Cash Loan tumbuh dan berkembang lebih sehat.

Ketua Bidang Peer to Peer Lending (P2P) Cash Loan Aftech Sunu Widyatmoko mengatakan COC yang dibentuk oleh asosiasi memang ditujukan untuk melindungi nasabah pengguna layanan Fintech.

“Aftech akan mengawal pelaksanaan pedoman CoC ini ke setiap anggota kami, dengan demikian diharapkan keberadaan Fintech turut mendukung inklusi keuangan di Tanah Air yang kemudian akan meningkatkan perekonomian negara,” ucap Sunu dalam keterangannya belum lama ini.

Menurut Sunu, COC merupakan pondasi awal agar bisnis pinjaman online atau P2P Lending Cash Loan tumbuh dan berkembang lebih sehat. Hal tersebut dilakukan lantaran perusahaan fintech saat ini semakin banyak sehingga perlu didisiplinkan melalui aturan. Setidaknya ada tiga acuan yang menjadi prinsip dasar dalam mengembangkan Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Online yang Bertanggung Jawab dalam COC ini.

Baca juga :   Pemerataan Teknologi Wujudkan Ekonomi Digital

“Pertama, transparansi produk dan metode penawaran. Kedua, pencegahan pinjaman berlebih. Ketiga, prinsip itikad baik terkait praktik penawaran, pemberian dan penagihan hutang yang manusiawi tanpa kekerasan baik fisik maupun non-fisik, termasuk cyber bullying,” jelas Sunu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2018, total penyaluran pinjaman dari Fintech Peer to Peer Lending mencapai Rp 9,21 triliun atau meningkat 259,36 persen dari tahun sebelumnya.

STEVY WIDIA