Google Buka Sayembara untuk Penemu Bug di Aplikasi

Google Playstore. (Foto: Ilustrasi/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Sejumlah aplikasi berbahaya kerap muncul dilayanan Play Store. Untuk mengatasi itu Google membuka sebuah sayembara berhadiah bagi siapapun yang bisa menemukan bug dalam aplikasi-aplikasi yang dijajakan Play Store.

“Program ini digelar untuk membantu kami menciptakan sistem keamanan yang lebih baik bagi platform Android dan juga membantu para developer menemukan celah keamanan dari aplikasi yang mereka buat. Kami membantu mereka membuat aplikasi yang lebih baik,” ungkap Director of Product Management Google Play Apps & Games, Vineet Bunch dilansir PCmag UK.

Setiap bug atau celah keamanan yang ditemukan pada aplikasi akan dihargai dengan hadiah sebesar US$ 1.000 atau Rp13 juta. Hal ini dilakukan agar platform toko tersebut tidak menjadi sumber penyebaran malware, mengingat Android adalah sistem operasi paling banyak digunakan.

Setiap pemburu hadiah ini harus membuat laporan terkait bug yang mereka temukan dan memberikan bukti yang jelas dan kuat. Apabila valid, maka Google akan langsung menghadiahkan uang. Model sayembara seperti ini sebetulnya sudah sering dilakukan oleh banyak perusahaan teknologi.

Meskipun terbuka untuk publik, Google juga mengajak organisasi HackerOne dalam sayembara ini. HackerOne merupakan organisasi yang berisi orang-orang dengan keahlian IT termasuk hacking yang bisa dipercaya dan diajak bekerjasama.

Dalam situs HackerOne, organisasi tersebut memiliki visi untuk menemukan dan menutup celah keamanan lebih dahulu sebelum diketahui orang lain. Semua bug yang ditemukan dan dilaporkan akan diproses oleh Google, apabila Google sudah melakukan perbaikan, maka baru hadiah tersebut diberikan kepada pelapor.

Meskipun program semacam ini tidak akan meminimalisir serangan siber yang berasal dari celah kemanan secara signifikan, setidaknya ini bisa menyediakan pilihan bagi pihak yang menemukan celah keamanan tersebut.

Mereka bisa memilih, memanfaatkannya untuk tindakan yang melanggar, hukum atau menjadi sumber penghasilan tentu saja mudah bagi mereka.

STEVY WIDIA