Google Mencari Startup Indonesia Yang Unik

Delapan Startup yang terpilih dalam program Google Lauchpad Accelerator gelombang 1. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Google akan kembali mengadakan Launchpad Accelerator gelombang ke dua.  Startup yang dicari kali dari industry yang beragam. Kriteria yang ditetapkan salah satunya adalah harus unik.

“Kami lebih mencari startup yang dapat memecahkan masalah dengan cara yang unik. Kami mencari startup yang telah cukup matang. Idealnya, mereka telah memiliki aplikasi mobile, tetapi jika tidak, itu bukan masalah,” kata Erica Hanson Developer Relations Program Manager, Southeast Asia, Google pada acara Lauchpad Accelerator Kamis (3/3/2016) di Jakarta.

Dia menjelaskan, fokus Google adalah untuk menemukan startup yang telah memiliki user dan para pengguna menemukan produk buatan startup tersebut berguna dan relevan.

“Kami harap mereka juga menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia menggunakan teknologi dengan cara yang unik.” Kriteria lainnya dari startup yang Google cari adalah tim pendiri yang solid,” papar Erica.

Launchpad Accelerator adalah program Google untuk mempercepat pertumbuhan startup. Pendaftaran program ini telah dibuka sampai 31 Maret mendatang. Setelah itu pemilihan Launchpad Accelerator II akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2016.

Program ini termasuk pendanaan bebas ekuitas sebesar US$ 50 ribu atau senilai Rp 661 juta. Selain itu bootcamp selama dua minggu di kantor pusat Google di Mountain Vies AS dengan semua biaya ditanggung. Serta pembinaan berkelanjuta selama enam bulan dan akses ke peralatan dan sumber daya Google. Mereka juga akan mendapatkan kredit untuk produk  Google serta publisitas.

Gelombang I

Sebelumnya dalam program Launchpad Accelerator gelombang pertama, Google memilih 8 startup dari Indonesia. Dan mereka mendapat kesempatan untuk mengunjungi markas Google di Mountain View adalah HarukaEdu, Kerjabilitas, Setipe, Jojonomic, Kurio, Seekmi, eFishery dan Kakatu.

Para startup yang terpilih dalam program Launchpad Accelerator pertama datang dari industri yang beragam. HarukaEdu adalah startup yang menyediakan pembelajaran online, sementara Kerjabilitas berusaha untuk membantu penyandang disabilitas untuk mendapatkan kerja.

Setipe merupakan biro jodoh online, Jojonomic ingin membantu masyarakat untuk memudahkan perusahaan dan karyawan untuk melakukan reimbursement, dan Kurio adalah aplikasi pengumpul berita. Seekmi adalah tempat pemasaran jasa, eFishery merupakan alat pemberi pakan ikan otomatis, dan Kakatu membantu orangtua untuk membatasi penggunaan smartphone dan tablet anak.

Masing-masing startup mengaku bahwa mereka tidak hanya mendapatkan dana dan pengetahuan dari Google. Misanya Jojonomic yang mengaku menjadi lebih percaya diri setelah mendapatkan pelatihan dari Google.Sementara Kurio menyebutkan bahwa mereka dapat belajar kode etik para pekerja Google yang tidak pernah berhenti belajar meski telah mengenyam pendidikan tinggi.

 

STEVY WIDIA