Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Google Mulai Adopsi Android App Bundle, Para Pengembang Harus Siap

5 Juli 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
google play

Google Play. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Google akan mulai menerapkan perubahan yang membatasi aplikasi  Android yang didistribusikan melalui Play Store. Perusahaan mengatakan, perubahan ini akan dimulai Agustus 2021. Nanti, pengembang aplikasi harus menerbitkan aplikasi buatan mereka dalam format Android App Bundle ketimbang APK.

Namun, persyaratan ini hanya berlaku untuk aplikasi baru. Aplikasi yang ada saat ini dikecualikan, serta aplikasi khusus yang dirilis “untuk mengatur pengguna Google Play.”

Pengembang memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mengonfigurasi ulang aplikasi mereka ke Android App Bundle atau ekstensi file .aab.

Mengutip Gizmodo, Senin (5/7/2021), Google awalnya memperkenalkan Android App Bundle saat merilis Android 9 untuk membantu meringankan distribusi aplikasi.

Karena banyak hardware dan bahasa yang berbeda di dalam ekosistem Android, maka coding yang harus diakomidir akan lebih besar.

Baca juga :   Upaya UGM Lahirkan Sociopreneur

Hal ini berujung dengan aplikasi akan berat saat dibuka menggunakan perangkat Android kelas menengah ke bawah, sedangkan perangkat kelas atas tidak akan merasakan perbedaannya.

Android App Bundle pada dasarnya membagi file APK menjadi sekumpulan “Split APKs” atau “APK terpisah” yang dipasang satu per satu oleh Google Play Store, tergantung pada perangkat.

Dengan demikian, ukuran file dengan format ini 15 persen lebih kecil daripada paket aplikasi standar.

Pengembang dapat memodulasi fitur yang berbeda di aplikasi mereka, sehingga hanya diinstal jika berlaku dan tersedia untuk digunakan.

Seperti pada umumnya, perusahaan membatasi cara pendistribusian software ini dan disebut-sebut sebagai cara Google memeriksa aplikasi sebelum tampil di Play Store.

Baca juga :   Google Berencana Hadirkan Chatbot AI Dalam Google Search

App Bundle didasarkan pada format opensource, tetapi masih mengandalkan cloud untuk mengelola semua persyaratan penandatanganan aplikasi secara digital yang diperlukan untuk memverifikasi back-end.

Sederhananya, Android App Bundle akan memberi Google lebih banyak kekuatan atas aplikasi yang di-hosting di Play Store.

Ini tak merubah apapun bagi pengguna Android pada umumnya. Tetapi untuk orang-orang dengan kemampuan untuk melakukan sideloading, itu mungkin akan mengganggu.

 

STEVY WIDIA

Tags: androidAndroid App BundleGoogleplay store
Previous Post

100 Startup Kuliner Lolos Ke Demoday FoodStartup Indonesia 2021

Next Post

Aplikasi Vtube Kembali, Ada Ruang Beriklan untuk Pelaku UMKM

Related Posts

Google Ventures (GV)
STARTUP

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
0
Infobip - Telkomsel
BIZTECH

Kembangkan RCS for Business di Indonesia, Telkomsel Gandeng Infobip dan Google

18 Desember 2025
0
Google Luncurkan Fitur Keamanan Untuk Layanan Daurat dan Situasi Kritis
BIZTECH

Google Luncurkan Fitur Keamanan Untuk Layanan Daurat dan Situasi Kritis

13 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Vtube Optimistis Perizinan Segera Rampung

Aplikasi Vtube Kembali, Ada Ruang Beriklan untuk Pelaku UMKM

Kemendikbudristek Gelar Lomba Inovasi Musik Nusantara

Kemendikbudristek Gelar Lomba Inovasi Musik Nusantara

PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi Tambah Fitur Untuk Mobilitas Aman

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version