Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Harga Data Pribadi Di Pasar Gelap Kurang Dari Secangkir Kopi

9 Desember 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
keamanan siber

Ancaman Digital Meningkat.(Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kesadaran masyarakat tentang masalah privasi meningkat, meski sebagian besar dari kita masih mempertanyakan tentang mengapa hal itu penting. Padahal doxing dapat menjadi metode penindasan di dunia maya, dan mampu memengaruhi pengguna mana pun.

Peneliti Kaspersky menggali dua konsekensi utama dari risiko membagikan data pribadi dengan sukarela dan tidak disengaja di ruang publik adalah doxing, yaitu de-anonimisasi publik dari seseorang yang sedang online dan penjualan data pribadi di darkweb.

“Seperti yang kita lihat dengan meningkatnya jumlah insiden kebocoran data, hal ini menyebabkan lebih banyak risiko bagi pengguna. Namun, kita juga dapat melihat perkembangan positif, di mana banyak organisasi mengambil langkah ekstra untuk mengamankan data penggunanya,” kata Dmitry Galov, peneliti keamanan di Kaspersky’s GReAT dalam siaran pers, Senin (7/12/2020).

Baca juga :   Devisa Pariwisata Lampaui Target

Dia menjelaskan, doxing terjadi ketika seseorang membagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka untuk mempermalukan, merugikan, atau bahkan membahayakan. Pengguna biasanya tidak membayangkan informasi pribadi bocor ke domain publik, dan meskipun demikian, jangan pernah menyepelekan kerugian apa yang mungkin terjadi. Namun, apabila pelaku sangat gigih atau pengguna memiliki niat jahat, doxing berpotensi untuk peretasan akun, dan ini menjadi salah satu layanan yang paling banyak ditawarkan di pasar gelap.

Dmitry juga mengungkap akses menuju data sensitif seperti rekam medis atau informasi identifikasi dapat menghabiskan biaya kurang dari secangkir kopi. Penelitian Kaspersky juga menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar darknet internasional. Penelitian telah menunjukkan bahwa akses ke data pribadi dapat dimulai dari US$50 sen  atau sekitar Rp7.000 untuk sebuah ID (identitas pribadi), tergantung seberapa jauh data yang ditawarkan.

Baca juga :   Permudah Masyarakat Beli BBM, Layanan Paylater Kredivo Hadir di Jaringan SPBU Shell

Beberapa informasi pribadi masih tetap diminati hampir satu dekade terakhir, terutama data kartu kredit, akses perbankan, dan layanan pembayaran elektronik, dengan harga yang masing-masing tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, berbagai jenis data baru juga bermunculan. Dalam hal ini, termasuk catatan medis pribadi dan selfie dengan dokumen identifikasi pribadi, yang biayanya dapat mencapai hingga US$40 atau sekitar Rp565 ribu.

Pertumbuhan skema jumlah foto dengan dokumen di tangan juga mencerminkan tren dalam ‘permainan cybergood’. Penyalahgunaan data ini berpotensi menimbulkan konsekuensi cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya.

Konsekuensi penyalahgunaan jenis data pribadi lainnya juga signifikan. Data yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung.

Jenis data tertentu, seperti akses ke akun pribadi atau database kata sandi, dapat disalahgunakan tidak hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk kerugian reputasi dan jenis kerusakan sosial lainnya, termasuk doxing.

“Ini tidak berarti kita harus menghapus dan menutup akun media sosial kita, tentunya. Ini semua tentang memahami konsekuensi dan risiko potensial dan bersiap yang tepat untuk itu. Tindakan terbaik terkait data Anda adalah: ketahui apa yang mereka ketahui, hapus apa yang Anda bisa, dan kendalikan informasi tentang Anda secara online. Sesederhana itu, namun tetap membutuhkan usaha,” kata Vladislav Tushkanov, pakar privasi di Kaspersky.

Baca juga :   Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

 

STEVY WIDIA

Tags: darkwebdata privasidoxinginformasi pribadikaspersky
Previous Post

Tokopedia Klaim Mitra Raih Keuntungan Tambahan Lebih Dari Dua Kali Lipat

Next Post

Trending di Google Sepanjang 2020: Dari Bintang Emon Hingga Film Tilik

Related Posts

Ancaman Siber Berbasis Web
Technology

Ancaman Siber Berbasis Web di Indonesia Tembus 14,9 Juta Kasus di Tahun 2025

3 Maret 2026
0
Penipuan Secara Mandiri
Industry

83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

15 Januari 2026
0
Donasi Digital GoPay Capai Rp 63 Miliar
Technology

Ancaman Kejahatan Siber Melalui Kode QR Meningkat

5 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Trending di Google Sepanjang 2020: Dari Bintang Emon Hingga Film Tilik

Trending di Google Sepanjang 2020: Dari Bintang Emon Hingga Film Tilik

JD.ID Jadi Mitra Ekslusif Mi 10T Series dan PS5

JD.ID Jadi Mitra Ekslusif Mi 10T Series dan PS5

ONIC eSports

Hapus Stigma Negatif Esports, Brodo X ONIC Esports Rilis Film

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version