Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

HIPMI Minta Google Taat Pajak

22 September 2016
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
HIPMI Minta Google Taat Pajak

Google (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), minta agar Google taat pajak. Sebagai lembaga yang pernah mengajak Google beroperasi di Indonesia, HIPMI sangat menyayangkan keengganan Google membayar tagihan pajak.

Hal tersebut diutarakan Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BPP HIPMI Yaser Palito. ”Tentu, sebagai lembaga yang pernah meminta Google masuk ke Indonesia, kita sesali dia tidak taat pajak,” ujar Yaser, dalam siaran pers-nya, Rabu (21/9).

Menurut Yaser, HIPMI pernah berkunjung ke markas Google. Bahkan, HIPMI meminta Google membangun server-nya di Indonesia guna menggairahkan bisnis internet di Tanah Air. Akan tetapi, setelah menangguk untung yang besar dari pasar Indonesia yang sangat besar, Google malah menghindari pajak. ”Sebab itu, kita harap Google segera menyelesaikan kewajibannya,” ucap Yaser.

Raksasa internet ini dituding menunggak kewajiban pajak selama lima tahun. Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv, pada 2015 saja, Google diperkirakan berutang pajak lebih dari Rp 5 triliun. Ia juga mengatakan, investigator pajak sudah menyambangi kantor Google di Jakarta.

Baca juga :   20 Startup Terpilih Tampil Di Demo Day Program Akselerasi 500 Global

Pemerintah menduga PT Google Indonesia, perusahaan pengelola Google di Indonesia, membayar kurang dari 0,1% dari total pendapatan dan pertambahan nilai yang menjadi kewajiban Google di tahun lalu. Setelah menikmati Pendapatan besar di Indonesia, Google disinyalir mengalirkan dananya ke kantor pusat Google Asia Pasifik di Singapura.

Tak hanya itu, Google Asia Pasifik menolak diaudit sehingga memicu kantor pajak Indonesia meningkatkannya menjadi kasus kriminal. Diperkirakan utang pajak Google termasuk denda pada 2015 bisa menembus angka US$ 418 juta atau di kisaran Rp 5,5 triliun.

Itu yang membuat Google terus dikejar agar melunasi kewajibannya tersebut. Sedangkan Google menyatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan otoritas lokal dan mengklaim telah membayar semua kewajiban pajaknya.

Baca juga :   Di Google Allo! Kini Kamu Bisa Main Game Bersama

Yaser mengatakan, sebagai perusahaan multinasional yang memiliki reputasi besar dalam inovasi dan tata laksana pengelolaan perusahaan, sebaiknya Google kooperatif dalam menghadapi sengketa pajak dengan pemerintah Indonesia. HIPMI juga meminta pemerintah untuk tetap bersikap tegas dalam mengejar pajak Google.

Begitu juga dengan perusahaan internet asing lainnya yang sudah memperoleh keuntungan besar dari pasar Indonesia. ”Silakan berusaha dan ambil untung di Indonesia tapi kewajibannya juga dijalankan. Jangan mau enaknya saja,” tegas Yaser.

 

STEVY WIDIA

Tags: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI)Google IndonesiaPajak
Previous Post

Telkom dan Pertamina Sepakati Kerjasama Pengembangan Sumber Daya Manusia

Next Post

Mitratel Merayakan Pencapaian 1000 Smart Pole Bertenant

Related Posts

Google Gemini
Technology

Google Gemini, Jadi Asisten Pribadi Untuk Optimalkan Aktivitas dan Kreativitas

28 Februari 2026
0
Pajak
Digital Business

Setoran Pajak Ekonomi Digital Capai Rp44,55 Triliun hingga November 2025

29 Desember 2025
0
Indonesia Jadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara, Nilainya Capai US$100 Miliar GMV
Digital Business

Indonesia Jadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara, Nilainya Capai US$100 Miliar GMV

14 November 2025
0
Load More
Next Post
Mitratel Merayakan Pencapaian 1000 Smart Pole Bertenant

Mitratel Merayakan Pencapaian 1000 Smart Pole Bertenant

Industri Makanan Berkontribusi Besar Pada PDB Nasional

Industri Makanan Berkontribusi Besar Pada PDB Nasional

Pemakai Internet Bergerak Diprediksi Capai 3,84 Miliar Orang

3,9 Miliar Orang di Dunia Belum Terkoneksi Internet

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version