youngster.id - INDODAX mengumumkan nilai Proof of Reserves (PoR) platformnya telah melampaui US$1 miliar atau setara Rp18 triliun, berdasarkan data yang ditampilkan pada fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap. Capaian ini menegaskan komitmen INDODAX dalam menjaga cadangan aset pengguna dengan rasio 1:1 serta mendorong transparansi yang dapat diverifikasi publik melalui data on-chain.
CEO INDODAX, William Sutanto, mengatakan publikasi PoR dilakukan atas inisiatif perusahaan meski belum diwajibkan oleh regulator. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat kepercayaan pengguna terhadap keamanan dana di platform.
“Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, INDODAX berinisiatif mempublikasikan Proof of Reserves sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujar William, dikutip Rabu (7/1/2025).
Proof of Reserves merupakan metode verifikasi kriptografis yang digunakan oleh platform aset kripto untuk membuktikan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai dengan yang dilaporkan. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan dana pengguna dapat dipenuhi, terutama saat kondisi pasar bergejolak.
CoinMarketCap sendiri menyediakan fitur Proof of Reserves untuk membantu pengguna memantau transparansi sejumlah exchange kripto, termasuk keterlacakan alamat dompet publik dan pembaruan data cadangan.
Selain transparansi platform, INDODAX juga mengimbau pengguna untuk menerapkan praktik keamanan terbaik, seperti menggunakan Multi Factor Authentication (MFA), menjaga keamanan perangkat, serta mewaspadai upaya phishing dan social engineering.
“Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat,” tambah William.
INDODAX menjelaskan, kenaikan nilai Proof of Reserves umumnya terjadi seiring membaiknya kondisi pasar kripto. Peningkatan harga aset digital, arus masuk dana, serta naiknya aktivitas transaksi dapat mendorong bertambahnya nilai cadangan yang tercatat dalam denominasi dolar AS.
Meski sentimen pasar kripto dinilai mulai membaik, INDODAX menegaskan bahwa kenaikan jangka pendek belum tentu mencerminkan tren bull market yang berkelanjutan. Pasar kripto tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, likuiditas global, regulasi, hingga dinamika geopolitik yang dapat berubah dengan cepat. (*AMBS)



















Discussion about this post