Indonesia Kini Punya Laboratorium IoT

(ki-ka) Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini dan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan laboratorium X-CAMP di Jakarta. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi digital yang memiliki potensi besar di masa mendatang. Secara bisnis, IoT memiliki potensi yang besar dan memungkinkan untuk dikembangkan lebih luas di Indonesia di mana kebutuhan atas layanan data dan solusi-solusi digital terus meningkat, baik oleh individu maupun korporasi.

Mempertimbangkan hal tersebut, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan laboratorium Internet of Things (IoT) yang diberi nama X-Camp. Laboratorium ini memiliki empat fungsi, yang salah satunya sebagai wadah untuk inkubasi bisnis startup.

“Salah satu alasan kami mendirikan IoT Lab ini adalah karena kami melihat business scenario IoT yang unik sehingga diperlukan adanya product customization. Keunikan tersebut disebabkan oleh kebutuhan akan solusi dari use case yang berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Nantinya use case atau kebutuhan atas solusi berbasis IoT tersebut dapat dikembangkan oleh para developer yang tergabung di dalam X-Camp, yang selanjutnya bisa direalisasikan menjadi produk atau solusi IoT sesuai dengan kebutuhan penggunanya,” ungkap Dian Siswarini Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini dalam keterangannya baru-baru ini.

Baca juga :   Suzuki Rayakan 60 Tahun Indonesia – Jepang Dengan Peluncuran The All New Ertiga

Menurut Dian, dengan konsep IoT Open Lab dan fasilitas yang dimiliki saat ini, X-Camp merupakan IoT Innovation Lab terlengkap yang dimiliki oleh operator telekomunikasi di Indonesia. X-Camp juga menjadi satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia Tenggara.

X-Camp akan turut aktif mengembangkan potensi sumber daya lokal, termasuk dari kalangan perguruan tinggi. Bahkan, saat ini X-Camp telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus terkemuka di Indonesia, termasuk diantaranya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan menyusul beberapa universitas lainnya sebagai bagian program X-Camp Lab Alliance untuk bersama-sama membangun ekosistem IoT secara berkesinambungan.

Menurut dia, pihaknya berharap besar X-Camp dapat berperan serta secara aktif dalam mengembangkan teknologi dan ekosistem IoT. Serta menjadi salah satu pendorong dalam mendukung pemerintah mewujudkan inisiatif Making Indonesia 4.0 sejalan dengan trend industry 4.0.
Sementara itu, Direktur Teknologi XL Axiata Yessy D Yosetya mengatakan, X-Camp bisa menjadi tempat bagi startup mengembangkan ide dan memverifikasi produknya sebelu dilempar ke pasar.

Baca juga :   Negara Harus Mampu Berinovasi Dalam Penerapan IoT

Laboratorium yang akan mulai efektif beroperasi di pertengahan November 2018 ini memiliki sejumlah fasilitas. Beberapa di antaranya adalah ruang kerja yang dapat digunakan oleh para maker atau developer untuk membuat dan mengembangkan prototype produk IoT hingga versi small scale production. Lalu ada juga ruangan dan alat-alat untuk pengetesan user experience. Tidak ketinggalan fasilitas untuk menampilkan produk-produk dan solusi IoT yang dihasilkan X-Camp dan juga ruangan untuk bertemunya para stakeholder.

“Lewat X-Camp, startup juga bisa melakukan pendekatan dengan perusahaan yang sudah berkembang. X-Camp juga bisa memberikan konsultasi dan fasilitas komersialisasi solusi IoT, hingga tumbuhnya start-up baru,” katanya.

Salah satu yang sudah dikembangkan oleh XL Axiata adalah smart ternak di Majalengka. Manfaat lainnya, adalah untuk pengembangan bisnis bersama. Misalnya, XL Axiata turut menyediakan IoT di sepeda kayu garapan startup Kayuh. Lewat IoT, Kayuh bisa memantau penggunaan sepedanya melalui ponsel pintar. Begitu pun dengan pengguna bisa menyewa sepeda Kayuh secara otomatis menggunakan smartphone.

Baca juga :   Stratup Ini Luncurkan Aplikasi Untuk Pegiat Pasar Modal

STEVY WIDIA