Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Perlu Bangun Kemandirian Dalam Pemanfaatan IoT

24 Agustus 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Bangunan Pintar Dengan Teknologi IoT

Teknologi IoT untuk bangunan pintar. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia perlu membangun kemandirian, kedaulatan, dan aktif dalam pemanfaatan Intenet of Things (IoT) sehingga pengalaman era seluler, dimana negara ini hanya menjadi “keranjang sampah” produk perangkat mobile asing, tidak terulang lagi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ismail Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam Workshop IoT Indonesia belum lama ini.

“Kita ingin menjadi tuan rumah untuk visi IoT ini, kenapa? Karena IoT ini merupakan gelombang berikutnya dari konektivitas people to people atau orang ke orang menjadi konektivitas machine to machine atau things of things,” katanya dalam siaran pers Ditjen SDPPI, Kamis (23/8/2018).

Menurut Ismail, hal ini merupakan kesempatan bagaimana Indonesia menjadi tuan rumah dalam industri IoT ini. “Kami (Ditjen SDPPI, Kemkominfo) punya target, roadmap, dan strategi dalam hal ini. Satu tentang teknologinya, dua tentang frekuensinya, dan tiga tentang standardisasinya. Di situlah peran SDPPI dan Kominfo untuk mewujudkan visi di atas, tapi tentu saja tidak hanya kami. Visinya harus dituntaskan oleh banyak sekali sektor, ada pendidikan, ada perindustrian, dan banyak sekali yang akan terlibat di sana.” katanya.

Baca juga :   Jokeen.id, Startup Jasa Pengembangan IoT Besutan Mahasiswa ITS

Namun, Ismail kiga mengingatkan bahwa dalam pengembangan IoT ini Indonesia jangan hanya fokus pada perangkat, tapi yang harus dibangun adalah ekosistem. Bagaimana Indonesia bisa membangun kondisi bagi tumbuhnya ekosistem IoT.

“Kami sudah punya pengalaman ketika isu seluler, betapa kita dulu menjadi ‘kerajang sampah’ teknologi untuk seluler. Semua teknologi kita adopsi, semua teknologi dibuka, semua frekuensi dibagi-bagi untuk berbagai kepentingan teknologi itu dalam ruang spektrum frekuensi yang kecil-kecil karena operatornya banyak,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kominfo, kata Ismail, nanti berupaya untuk mengambil kebijakan dan menetapkan regulasi yang win-win solution meskipun itu tidak mudah. “Jangan sampai kita sebagai bangsa ini kemudian menjadi loss-loss atau loss semua. Kalau bapak ibu membawa kepentingan masing-masing itu wajar, tapi kita harus open mind dalam mendiskusikan hal ini,” ujarnya.

Baca juga :   JavaMifi Jangkau 160 Negara

Ismail menyebut paling tidak ada tiga komponen atau misi yang harus dijalankan, pertama industri dalam negeri, kedua adalah pemanfaatannya, dan yang ketiga adalah aplikasi.

Dalam kaitannya dengan industri, ini bagaimana nanti Kemkominfo mendorong dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi industri dalam negeri terkait pengembangan IoT, demikian juga dalam pemanfaatanya. IoT nantinya akan dimanfaatkan banyak industri, baik pertanian, pendidikan, dan lain-lain.

Dirjen Ismail mengakui bahwa untuk mendorong pengembangan industri dalam negeri berkaitan dengan IoT dan pemanfaatannya itu, Kemkominfo tidak bisa berjalan sendiri tapi perlu dukungan semua pihak.

STEVY WIDIA

Tags: Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI)Internet of Things (IoT)
Previous Post

Via Vallen & Rizky Febian Perkuat Jajaran Brand Ambassador Shopee Indonesia

Next Post

OVO Jaring 9.000 UKM Pakai QR Code

Related Posts

Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5
Headline

Integrasikan Pendidikan AI dan IoT, SIC Batch 5 Cetak Talenta Digital Muda Siap Kerja

23 Februari 2024
0
XL Axiata Perkuat Ekosistem Green Smart City Berbasis IoT dan AI
News

XL Axiata Perkuat Ekosistem Green Smart City Berbasis IoT dan AI

12 Desember 2023
0
Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5
Headline

Samsung Innovation Campus Dorong Siswa Sekolah Menengah Kembangkan Produk IoT

30 Agustus 2023
0
Load More
Next Post
Perluas Pasar, Ovo Bersinergi dengan Perusahaan Lokal

OVO Jaring 9.000 UKM Pakai QR Code

Loket, KiosTix dan Blibli Bergabung Kelola Tiket Asian Games 2018

Loket, KiosTix dan Blibli Bergabung Kelola Tiket Asian Games 2018

Bukalapak Raih Technology and Digital Award 2017

Bukalapak Gandeng Grab Hadirkan Rush Delivery

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version