youngster.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan posisi dalam Top 50 Global Cities pada tahun 2030. Untuk mendukung hal itu, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berkolaborasi dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific untuk kerja sama riset kebijakan pembangunan.
Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, melalui kerja sama ini, kedua pihak akan berkolaborasi dalam ruang lingkup pelaksanaan riset kebijakan pembangunan, pemanfaatan data dan informasi penelitian, serta publikasi dan diseminasi hasil riset kepada pemangku kepentingan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Atika dikutip dari keterangan pers, Kamis (12/3/2026).
Kerjasama ini bertujuan mendorong perumusan kebijakan publik berbasis data, sekaligus mendukung Jakarta untuk menjadi salah satu Top 50 Global Cities pada tahun 2030.
Perlu diketahui Yayasan Georgetown Asia Pacific menaungi Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP), sebuah institusi pendidikan berbasis di Jakarta yang merupakan bagian dari Georgetown University di Amerika Serikat.
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi dan perizinan, serta mendukung pelaksanaan riset. Sementara itu, GSAP akan melaksanakan kegiatan penelitian, menyusun laporan dan rekomendasi kebijakan, serta memberikan kontribusi keahlian di bidang akademik, guna mendukung penguatan penelitian di DKI Jakarta.
Founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Georgetown Asia Pacific Prof. Yuhki Tajima menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi akademik dalam menghasilkan kebijakan publik yang lebih kuat.
“Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan emban kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian guna memastikan integritas metode, analisis, dan hasil riset yang akan dihasilkan.
Kemitraan strategis ini akan berlangsung selama lima tahun. Melalui kolaborasi ini, Bappeda DKI Jakarta dan GSAP diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebijakan publik berbasis bukti sekaligus mendorong inovasi dalam tata kelola pembangunan perkotaan di Jakarta.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post