youngster.id - Kesehatan generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam upaya mencegah penyakit tidak menular (PTM) sejak dini. Edukasi mengenai pola hidup sehat, akses terhadap layanan kesehatan, hingga keterlibatan remaja dalam mendorong perubahan menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan sehat sebelum memasuki usia dewasa.
Upaya tersebut kembali dilanjutkan AstraZeneca melalui Young Health Programme (YHP) bersama UNICEF dan 60 organisasi non-pemerintah (NGO) dalam fase baru program selama lima tahun. Di Indonesia, AstraZeneca menginvestasikan US$1,3 juta untuk melanjutkan kemitraan dengan UNICEF yang difokuskan pada peningkatan pemerataan kesehatan, khususnya bagi generasi muda.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan investasi pada kesehatan generasi muda merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan Indonesia, termasuk menuju visi Generasi Emas 2045.
“Investasi pada kesehatan generasi muda berarti investasi bagi masa depan Indonesia. Sejalan dengan visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045, penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kemampuan agar mereka dapat membuat pilihan yang lebih sehat sejak dini,” ucapnya dikutip Sabtu (26/9/2026).
Estra menegaskan, melalui kemitraan berkelanjutan dengan UNICEF, pihaknya ingin mendorong lebih banyak generasi muda yang berperan aktif dalam menjaga kesehatan, mencegah penyakit tidak menular, dan menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat.
“Melalui Young Health Programme, kami berharap upaya ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi generasi muda saat ini, tetapi juga bagi keluarga, komunitas, dan masa depan Indonesia,” ujarnya lagi.
Secara global, YHP telah berjalan selama 15 tahun dan menjangkau 23 juta anak muda secara langsung di lebih dari 60 negara. Program tersebut juga telah membekali lebih dari 1 juta orang melalui pelatihan serta mendukung advokat muda dalam mendorong perubahan terhadap 29 undang-undang dan kebijakan.
Riset RTI International yang dikutip dalam rilis menunjukkan bahwa setiap US$1 yang diinvestasikan dalam YHP menghasilkan manfaat sosial sebesar US$4,30. Temuan tersebut menjadi salah satu indikator nilai jangka panjang dari investasi pada kesehatan remaja sejak dini.
Di Indonesia, kemitraan AstraZeneca dan UNICEF melalui YHP telah berlangsung sejak 2020 dengan fokus pada peningkatan kesehatan remaja dan pencegahan PTM. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 2,5 juta anak muda melalui berbagai kegiatan edukasi dan promosi kesehatan.
Program YHP di Indonesia juga mencakup aksi yang dipimpin generasi muda, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan dan sistem yang mendukung kesehatan remaja. Salah satu kegiatannya adalah memperkenalkan skrining penggunaan tembakau di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, lebih dari 25.000 remaja dan 350 advokat muda telah mendapatkan pelatihan. YHP juga membekali 120 pemimpin muda untuk berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesehatan remaja nasional.
Keterlibatan generasi muda tidak berhenti pada edukasi kesehatan. Para advokat muda YHP juga berkontribusi dalam upaya penguatan kebijakan pengendalian tembakau yang kemudian tercermin dalam Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024, termasuk perubahan batas usia minimum pembelian produk tembakau dari 18 menjadi 21 tahun serta perluasan pengaturan terhadap rokok elektronik.
Kemitraan AstraZeneca dan UNICEF juga mendukung penyusunan pedoman pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, termasuk melalui uji coba di sejumlah sekolah terpilih di Jakarta dan Banten sebelum program diluncurkan secara nasional.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Thomas Davin, mengatakan kemitraan selama lima tahun terakhir telah membantu memperluas informasi mengenai gaya hidup sehat, memperkuat aksi yang dipimpin generasi muda, serta mendukung layanan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan remaja.
“Dalam lima tahun ke depan, kemitraan ini akan membantu lebih banyak remaja menerapkan perilaku sehat dan mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka,” ujar Thomas.
Untuk periode lima tahun mendatang, kolaborasi di Indonesia akan berfokus pada tiga prioritas. Pertama, mendorong perilaku hidup sehat dan peran aktif generasi muda. Kedua, memperkuat lingkungan dan layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja. Ketiga, mendukung penguatan kebijakan, bukti, dan sistem pendukung kesehatan remaja serta pencegahan PTM.
Pelaksanaannya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk melalui edukasi PTM di sekolah, komunitas, dan platform digital. Program juga mencakup peningkatan kesadaran, skrining dan tindak lanjut, serta penguatan kapasitas remaja, tenaga kesehatan, dan guru dalam pencegahan, konseling, dan pendampingan.
Melalui kelanjutan YHP, AstraZeneca dan UNICEF menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai kelompok yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan, tetapi juga sebagai pihak yang dapat berperan dalam mendorong perubahan di lingkungan dan komunitasnya.
STEVY WIDIA
