youngster.id - Beberapa tahun terakhir, dunia tari mengalami perubahan di kalangan anak muda. Platform seperti TikTok dan Instagram membuat koreografi jadi bagian dari gaya hidup—bukan lagi sekadar seni pertunjukan. Mulai dari challenge viral hingga tren koreografi singkat, semakin banyak Gen Z yang yang belajar menari secara otodidak. Mereka bahkan membangun audiens dengan menciptakan gaya sendiri. Tapi di balik popularitas itu, muncul pertanyaan, setelah viral, lalu ke mana?
Hal ini yang coba dijawab iForte lewat program the Audisi Pagelaran Sabang Merauke 2026. Selain mencari penari berbakat, ajang ini menjadi pintu gerbang masuk ke industri kreatif dan tampil di panggung profesional.
“Dengan melihat besarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia yang perlu difasilitasi melalui wadah yang tepat. Hal ini sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan merasa memiliki budaya Indonesia,” kata Aming Santoso President Director & CEO iForte, pada puncak acara Road to Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026, Minggu (26/4/2026) di Jakarta.
Untuk Grand Final The Audition PSM 2026, para juri melakukan seleksi terhadap 50 peserta untuk memilih 27 penari yang bakal terlibat dalam pagelaran nanti. Juri ini terdiri dari Raisa Andriana, Giok Hartono, Rusmedie Agus, Sandhidea Cahyo, dan Pulung Jati.
Hasilnya, para penari yang terpilih adalah Mila Ramadani dari Bangka Belitung, Gia Ulfa dari Sumatera Utara, Miftahul Asmi dari Kalimantan Barat, Clara Riri dari Kalimantan Timur, Yogi Nefrian dari Sumatera Barat, Jasendra Tarigan dari Sumatera Utara, Muhammad Fadli dari Sumatera Barat, Leo Anjuari Manalu dari Sumatera Utara, Alfi Zalturahmi dari Sumatera Barat, dan Putri Wulandari dari Sumatera Barat.
Kemudian, Bagus Azhari dari Kalimantan Barat, Yuni Pratiwi dari Sumatera Barat, Zharif Zadwi dari Kalimantan Barat, Frida Marcella dari Kalimantan Timur, Bulan Noverina dari Jawa Tengah, Anissa Triwinata dari Sumatera Utara, Raihan Kamil dari DKI Jakarta, Jamaludin Al Afgani dari Papua Tengah, serta, Debby Septian Nugraha dari Jawa Barat,
Selanjutnya, ada Monalisa dari Aceh, Fahra Azikri dari Aceh, Zahri Kirana dari Kalimantan Barat, Zabila Satya dari Sumatera Utara, Abela Syakinah dari Sumatera Barat, Mutiara Clara dari Kalimantan Timur, Nida Upida dari Aceh, serta Titiek Rahayu dari Jawa Tengah.
Selain itu penghargaan Youth Talent diberikan kepada Aura Sifa Harahap dari Sumatera Utara. Sedang Most Favorite Dancer yang ditentukan berdasarkan interaksi di media sosial diberikan pada Khaled Damanik dari Sumbawa Barat.
Sutradara PSM Rusmedi Agus mengatakan, berbeda dari audisi tari pada umumnya, proses seleksi PSM tidak hanya mencari penari “yang bisa gerak”, tapi juga talenta yang siap tampil dalam produksi berskala besar.
“Melihat besarnya antusiasme tahun ini, proses kurasi kami lakukan secara berlapis dengan fokus tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman musik, kekuatan konsep, hingga cara peserta menyampaikan pesan di atas panggung. para peserta terpilih bukan hanya unggul dalam ajang kompetisi, tapi juga siap untuk memberikan performa terbaiknya sebagai pelaku seni untuk Pagelaran Sabang Merauke nanti,” katanya.
Sementara Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda mengapresiasi keberagaman yang ditampilkan para penari sebagai kekuatan Indonesia.
“Mereka telah mendemonstrasikan betapa indahnya Indonesia, betapa uniknya Indonesia karena keberagaman hanya Indonesia yang punya,” ujarnya.
Semua berharap hasil dari program ini akan dapat terwujud pada Pagelaran Sabang Merauke 2026 yang bakal digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
STEVY WIDIA
