Bidik Kategori KBMI III, Bank Mandiri Taspen Garap Potensi ‘Silver Economy’

Bank Mandiri Taspen

Bidik Kategori KBMI III, Bank Mandiri Taspen Garap Potensi 'Silver Economy' (Foto: Istimewa/Bank Mantap)

youngster.id - Bank Mantap (PT Bank Mandiri Taspen) optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan pada semester II-2026. Sikap optimistis ini tetap dipertahankan di tengah dinamika industri perbankan nasional yang dibayangi tren suku bunga tinggi, pengetatan kompetisi likuiditas, serta peralihan perilaku nasabah ke arah digital.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menegaskan bahwa indikator keberhasilan perbankan saat ini telah bergeser. Fokus utama perseroan kini bukan lagi pada agresivitas pertumbuhan, melainkan ketangguhan bank dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas, kualitas aset, efisiensi operasional, dan adaptasi pasar.

“Semester kedua tahun ini bukan lagi soal siapa yang tumbuh paling cepat, tetapi siapa yang paling tangguh dalam menghadapi dinamika pasar. Karena itu kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui kualitas aset yang sehat, penguatan dana murah (CASA), serta peningkatan kontribusi fee based income berbasis transaksi digital,” ujar Panji, dikutip Sabtu 11/7/2026).

Maksimalkan Ekosistem Pensiunan Melalui ‘Silver Economy’

Sebagai institusi finansial yang fokus pada segmen pensiunan, Bank Mandiri Taspen membidik peluang dari fenomena Silver Economy, yaitu meningkatnya populasi masyarakat lanjut usia yang tetap aktif, sehat, dan produktif.

Selain memperkuat bisnis inti di sektor pembiayaan pensiunan, perseroan juga memperluas jangkauan kreditnya ke komunitas wirausaha senior, ekosistem payroll, hingga pembiayaan UMKM produktif yang dikelola oleh para purnabakti. Untuk menjaga kualitas kredit tersebut, Bank Mandiri Taspen menerapkan digitalisasi proses underwriting berbasis data analytics, monitoring portofolio secara real-time, dan sistem peringatan dini (early warning system).

Di sisi teknologi, perusahaan terus mengembangkan aplikasi Movin melalui konsep phygital banking (penggabungan layanan fisik dan digital). Langkah ini tidak hanya memodernisasi layanan nasabah tetapi juga memangkas birokrasi internal demi mendongkraf efisiensi operasional.

Siapkan Fitur Investasi Emas dan Target KBMI III pada 2028

Dalam waktu dekat, aplikasi Movin dipersiapkan untuk menjadi platform layanan keuangan terpadu (one-stop financial application). Berbagai fitur baru seperti transaksi digital, layanan investasi, pembayaran, hingga wealth management terus dikembangkan. Salah satu inovasi yang sedang digodok adalah peluncuran fitur investasi emas guna melengkapi ekosistem digital perusahaan.

Melalui transformasi menyeluruh ini, Bank Mandiri Taspen mematok target jangka panjang untuk naik kelas menjadi bank kategori KBMI III pada tahun 2028. Strategi pencapaian target tersebut akan ditopang oleh penguatan permodalan, peningkatan skala bisnis, percepatan digitalisasi, serta pengembangan Senior Citizen Financial Ecosystem.

“Kami percaya masa depan industri keuangan dibangun melalui kekuatan ekosistem dan kolaborasi. Dengan positioning yang kuat pada segmen senior, Bank Mandiri Taspen berkomitmen menjadi The Undisputed Leader dalam ekosistem keuangan senior di Indonesia,” tutup Panji.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version