youngster.id - Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti terintegrasi—mulai dari dokumen identitas, pembayaran, perlindungan merek, hingga percetakan komersial— PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), tengah agresif memperluas jangkauan pasarnya di kancah internasional. Kali ini, Perseroan memfokuskan akselerasi ekspansi ekspor ke kawasan strategis Asia dan Afrika.
Langkah ini diambil guna memperkuat penetrasi global, membuka peluang bisnis baru, sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja keuangan jangka panjang. Penopang utama dari performa ekspor ini digerakkan oleh melonjaknya permintaan global terhadap komponen paspor dan kartu identitas pintar.
“Ekspansi ke pasar global merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat daya saing sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan. Kami meyakini bahwa langkah ini akan memperluas peluang bisnis serta memperkuat posisi JTPE di pasar global,” ujar Allan Wibisono Oei, Direktur Utama JTPE, Kamis (2/7/2026).
Porsi Ekspor Kuartal I-2026 Naik Menjadi 22,6%
Hingga saat ini, ceruk pasar domestik memang masih mendominasi total pendapatan Perseroan. Pada periode Kuartal I-2026 (1Q-2026), segmen produk dokumen sekuriti seperti paspor dan kartu identitas resmi menjadi penopang utama bisnis JTPE.
Dari total pendapatan yang dikantongi sebesar Rp265,05 miliar, segmen sekuriti menyumbang porsi terbesar senilai Rp227,97 milar. Adapun komposisi penjualannya tercatat sebesar 78% diserap oleh pasar domestik, dan 22% berhasil dikontribusikan oleh pasar ekspor.
Menariknya, tren kontribusi pasar luar negeri menunjukkan grafik pertumbuhan positif. Porsi penjualan ekspor JTPE meningkat dari 17,8% pada Kuartal I-2025 menjadi 22,6% pada Kuartal I-2026. Menatap masa depan, Perseroan mematok target ambisius agar kontribusi ekspor mampu menyentuh angka 30% dari total pendapatan dalam jangka menengah.
Strategi diversifikasi geografis ini diproyeksikan tidak hanya mendongkrak pendapatan, tetapi juga meminimalisasi risiko volatilitas nilai tukar mata uang asing serta menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meskipun pembukuan pada awal tahun ini sempat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, manajemen JTPE optimistis menatap sisa tahun ini.
Hingga April 2026, JTPE dilaporkan telah berhasil mengamankan sekitar 60% dari total target pendapatan tahun ini. Keberhasilan ini diraih berkat raihan sejumlah kontrak strategis jangka panjang yang berhasil diteken oleh Perseroan, yang sekaligus menjadi landasan kokoh bagi pertumbuhan performa bisnis di sepanjang 2026.
Genjot Transformasi Digital Melalui Solusi RFID
Untuk menjaga keberlanjutan bisnis di era modern, JTPE juga mempercepat langkah transformasi menuju penyedia solusi digital komprehensif. Upaya ini dilakukan guna merespons tingginya permintaan industri terhadap proteksi dan keamanan digital.
Salah satu fokus inovasi utama JTPE adalah pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini diaplikasikan untuk menangkap peluang di segmen brand protection (perlindungan merek) dari pemalsuan produk. Manajemen meyakini bahwa integrasi kuat antara lini bisnis percetakan sekuriti konvensional dan ekosistem digital akan memperkokoh fundamental bisnis Perseroan secara berkelanjutan. (*AMBS)
