youngster.id - BASF Agricultural Solutions merayakan tiga tahun kehadiran insektisida Cimegra di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2023, produk ini terus menyoroti peran berkelanjutannya dalam membantu petani bawang merah mengendalikan hama utama serta menjaga produktivitas tanaman nasional.
Selama beberapa musim tanam, Cimegra terbukti konsisten mendukung petani mengatasi tantangan hama serangga paling signifikan pada budidaya bawang merah, termasuk Thrips, Spodoptera (ulat grayak), dan Plutella.
Inovasi Tuntas 3,5 Jam dan Dukungan Lapangan
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang rentan terhadap tekanan hama. Kerusakan akibat serangan hama dapat berdampak signifikan pada kualitas hingga jumlah hasil panen.
Country Head BASF Agricultural Solutions Indonesia, Jerico Gascon, menekankan pentingnya solusi perlindungan tanaman yang andal bagi para petani lokal.
“Pengendalian hama yang efektif dan andal tetap menjadi faktor penting bagi keberhasilan budidaya bawang merah. Keberhasilan petani berawal dari pemahaman terhadap tantangan lokal dan penyediaan solusi yang memberikan nilai nyata di lapangan,” ujar Jerico, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Salah satu keunggulan utama Cimegra terletak pada formulasi “tuntas dalam 3,5 jam”, di mana ulat sasaran akan berhenti makan dalam rentang waktu 3,5 jam setelah aplikasi. Hal ini secara efektif meminimalkan tingkat kerusakan jaringan tanaman.
Gebyar Cimegra Rangkul 1.000 Petani Brebes
Memperingati pencapaian tiga tahun tersebut, BASF menggelar acara bertajuk Gebyar Cimegra Secepat Kilat di Brebes, Jawa Tengah, yang dihadiri sekitar 1.000 petani bawang merah. Forum ini menjadi wadah edukasi interaktif bagi petani untuk mengamati kinerja produk secara langsung di lapangan, bertukar pengalaman, serta mempelajari praktik aplikasi terbaik (best practices).
Selain difokuskan pada tanaman bawang merah, Cimegra kini juga telah terdaftar resmi untuk diaplikasikan pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura penting lainnya di Indonesia, seperti jagung, tomat, kubis, dan kedelai.
HENNI S.
