youngster.id - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan raksasa teknologi asal Prancis, Thales Group. Kemitraan strategis ini mencakup kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem pertahanan, teknologi digital, serta keamanan siber guna memperkuat kedaulatan nasional dan daya saing ekonomi jangka panjang.
MoU tersebut menetapkan kerangka kerja awal untuk menjajaki berbagai potensi investasi di Indonesia. Area kerja sama yang dieksplorasi meliputi manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan AI terapan, pusat operasi keamanan siber (security operations center), hingga pengembangan teknologi pasca-kuantum (post-quantum technology).
Sektor-sektor ini diposisikan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkualitas sekaligus penguat infrastruktur kritikal nasional. Kemitraan ini juga membuka ruang kolaborasi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah ekosistem Danantara yang bergerak di industri terkait.
Managing Director Strategic Technology Initiatives CTO Office Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menegaskan bahwa investasi pada teknologi maju dan kapabilitas digital merupakan fondasi penting bagi kemandirian industri dalam negeri.
“Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Ricardo, dikutip Senin (28/9/2026).
Bagi Thales Group yang telah beroperasi di Indonesia selama hampir setengah abad, kemitraan ini mempertegas komitmennya dalam menghadirkan keahlian global di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan keamanan digital untuk mendukung lingkungan operasional kritis.
Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, menyambut positif kolaborasi perdana dengan Danantara di sektor-sektor mutakhir.
“Thales sangat antusias dapat bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sektor-sektor mutakhir dan strategis seperti AI dan pertahanan. Berbekal hampir 50 tahun kehadiran di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan serta ketahanan ekonomi nasional,” ungkap Guy.
Meski demikian, seluruh potensi investasi yang diturunkan dari MoU ini tetap akan melalui proses evaluasi komprehensif, kepatuhan pada prinsip tata kelola perusahaan (corporate governance), serta perjanjian definitif yang disepakati oleh kedua belah pihak di masa mendatang. (*AMBS)
















Discussion about this post