youngster.id - Di tengah perubahan selera musik dan cara generasi muda menikmati lagu, musik klasik dan opera juga terus mencari cara untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Andrea Bocelli menjadi salah satu musisi yang selama perjalanan kariernya berhasil mempertemukan musik klasik dengan pendengar dari berbagai generasi.
Selama tiga dekade, suara Andrea Bocelli telah menjadi salah satu suara tenor yang dikenal luas di berbagai belahan dunia. Perjalanan tersebut tidak lepas dari Romanza, album yang menjadi salah satu karya penting dalam karier musiknya.
Kini, tiga dekade setelah Romanza diperkenalkan kepada publik, Andrea Bocelli kembali membawa perjalanan musiknya ke Indonesia. Gelar konser musik kali ini bukan hanya menjadi kesempatan bagi penggemar yang telah mengikuti musiknya selama bertahun-tahun, tetapi juga membuka peluang bagi generasi pendengar yang lebih muda untuk mengenal karya-karyanya.
Andrea Bocelli mengatakan, tantangan musik klasik justru terletak pada bagaimana genre tersebut dipromosikan kepada publik. Menurutnya, pengalaman tampil di berbagai panggung menunjukkan bahwa musik klasik tetap dapat menarik perhatian penonton dari berbagai usia.
“Masalah musik klasik sebenarnya hanyalah persoalan promosi dari repertoar tersebut,” kata Bocelli dalam virtual press conference pada Sabtu (12/9/2026).
Ia juga mengatakan dirinya melihat penonton muda maupun lebih tua sama-sama fokus dan antusias ketika menikmati pertunjukan musik klasik. Karena itu, Bocelli ingin musik yang dibawakannya dapat terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya dan menjangkau pendengar yang lebih muda.
Pandangan tersebut menjadi relevan ketika melihat perjalanan Bocelli sendiri. Selama lebih dari tiga dekade, tenor asal Italia itu berada di antara dunia opera, musik klasik, dan musik populer. Salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut adalah Romanza, album yang turut memperkenalkan suaranya kepada jutaan pendengar di berbagai negara.
Tiga dekade setelah Romanza dirilis, Bocelli membawa perayaan album tersebut ke Indonesia melalui Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary. Konser akan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Perayaan 30 tahun Romanza menjadi bagian penting dari konser Bocelli kali ini. Album tersebut memuat sejumlah lagu yang kemudian menjadi identik dengan dirinya, termasuk Con Te Partirò, Vivo Per Lei, Caruso, dan Time to Say Goodbye.
“Bagi kami, Romanza bukan sekadar album dari masa lalu. Romanza merupakan babak penting dalam perjalanan musik Andrea Bocelli yang luar biasa,” kata Prajna Murdaya, Founder Shoemaker Studios selaku promotor konser di Indonesia.
Menurut Prajna, album tersebut turut memperkenalkan suara Bocelli kepada publik di berbagai negara dan hingga kini masih memiliki daya tarik bagi pendengar dari berbagai generasi. Karena itu, perayaan 30 tahun Romanza di Indonesia dirancang bukan hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai pengalaman yang mempertemukan karya Bocelli dengan suasana dan karakter Indonesia.
“Di tengah ketidakpastian yang semakin meningkat, kami berharap energi positif dari musiknya dapat menginspirasi masyarakat untuk saling mencintai, membangun semangat persaudaraan yang lebih kuat, serta berbagi dalam sebuah momen yang menghadirkan koneksi dan kebersamaan,” lanjutnya.
Konsep tersebut juga tercermin dari pemilihan dua lokasi konser. Borobudur dipilih untuk menghadirkan pertemuan antara musik Bocelli dan warisan budaya Indonesia, sementara konser di JIExpo Kemayoran akan menghadirkan pengalaman pertunjukan berskala besar dengan produksi berstandar internasional.
“Kami sengaja memilih Borobudur dan Jakarta karena kami tidak ingin menghadirkan konser yang sama dua kali. Kami ingin penonton merasakan warisan musik yang sama melalui dua suasana yang sangat berbeda,” kata Prajna.
Dengan konsep tersebut, Romanza 30th Anniversary World Tour tidak hanya menjadi perayaan atas album yang telah berusia tiga dekade, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan musik Bocelli dengan pendengar masa kini, termasuk generasi muda.
Perjalanan Romanza juga menunjukkan bagaimana musik dengan akar klasik dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Perpaduan karakter vokal opera dengan melodi yang lebih familiar membuat karya Bocelli dapat dinikmati oleh pendengar di luar konteks pertunjukan musik klasik.
Tiket konser tersedia mulai dari Rp1.250.000. Untuk pertunjukan di Borobudur, harga tiket mencapai Rp17.500.000, sedangkan tiket JIExpo Jakarta mencapai Rp15.500.000. Beberapa kategori premium juga mencakup akses ke exclusive pre-event VIP lounge.
STEVY WIDIA
