Erajaya Group Perkuat Kemitraan Pendidikan Vokasi dengan Kemendikdasmen

Erajaya Group pendidikan vokasi SMK

Erajaya Group Perkuat Kemitraan Pendidikan Vokasi dengan Kemendikdasmen (Foto: Istimewa/Erajaya)

youngster.id - Menandai perjalanan 30 tahun Erajaya Group di Indonesia, PT Erajaya Swasembada Tbk terus memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap pengembangan talenta nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Erajaya Swasembada dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penandatanganan PKS ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi penguatan pendidikan vokasi yang telah dirintis Erajaya sejak tahun 2019. Kerja sama ini ditujukan untuk mempererat keterkaitan (link and match) antara kurikulum dunia pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan nyata industri ritel dan distribusi teknologi.

Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, Jimmy Peranginangin, menyatakan bahwa kolaborasi dengan sekolah kejuruan menjadi pilar strategis perusahaan dalam mencetak SDM unggul dan siap kerja.

“Erajaya melihat kolaborasi dengan pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam membangun koneksi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Sebagai perusahaan yang terus berkembang, kami membutuhkan talenta yang memiliki kompetensi serta pemahaman terhadap kebutuhan industri ritel dan distribusi teknologi. Kemitraan dengan SMK tidak hanya mengembangkan kompetensi siswa, tetapi juga mempersiapkan talenta yang relevan,” ujar Jimmy, Jum’at (21/8/2026).

Jangkau 221 SMK di 29 Provinsi

Hingga pertengahan tahun 2026, Erajaya Group tercatat telah membangun kemitraan resmi dengan 221 SMK yang tersebar di 29 provinsi dan 112 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Melalui jejaring luas ini, Erajaya memfasilitasi pengenalan industri, peningkatan kompetensi, Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga penyaluran peluang kerja bagi para lulusan vokasi.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, aktivitas penguatan vokasi konsisten digelar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, serta dijadwalkan terus meluas ke wilayah lain di tanah air.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., mengapresiasi kontribusi industri dalam menjawab kesenjangan ketersediaan tempat praktik kerja bagi siswa. Senada dengan hal tersebut, Direktur SMK Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., menekankan pentingnya penguatan pola link and match 8+i.

“Ke depan, program magang siswa perlu didesain secara lebih terstruktur, bertema, dan memberikan dampak nyata. Di sisi lain, perlu terus diperkuat kemitraan industri bagi SMK, termasuk SMK di luar Pulau Jawa yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap mitra industri,” tutur Arie Wibowo.

Melalui perluasan kemitraan ini, Erajaya Group berkomitmen untuk terus mendampingi pengembangan kompetensi siswa maupun tenaga pendidik, sekaligus membuka jalan karir yang lebih luas bagi lulusan vokasi di industri ritel nasional.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version