Erasmus Mundus Beri Beasiswa Kuliah S2 di Eropa dengan Pendanaan Penuh

Beasiswa BCA

Beasiswa. (Foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Kesempatan melanjutkan studi S2 di Eropa dengan beasiswa penuh kembali terbuka melalui Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM). Beasiswa yang didanai Uni Eropa ini dijadwalkan membuka pendaftaran untuk tahun akademik 2027/2028 pada September–Oktober 2026. Program ini menjadi salah satu beasiswa internasional paling bergengsi karena menawarkan pengalaman kuliah di sejumlah negara Eropa dengan pendanaan penuh.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Denis Chaibi, mengatakan program Erasmus+ merupakan bagian dari komitmen Uni Eropa dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

“Melalui program Erasmus+, kami bangga dapat berinvestasi dalam masa depan Indonesia,” kata Chaibi dikutip dari keterangan resmi Senin (26/7/2026).

Menurutnya, program Erasmus+ menjadi bagian dari strategi Global Gateway, yaitu inisiatif Uni Eropa untuk memperkuat konektivitas yang cerdas, bersih, dan aman di berbagai sektor, mulai dari digital, energi, transportasi, hingga pendidikan dan penelitian.

“Melalui Erasmus+, Uni Eropa terus mendukung pendidikan, pemberdayaan generasi muda, serta kerja sama akademik internasional,” tambahnya.

Untuk tahun akademik 2026, 90 mahasiswa asal Indonesia berhasil lolos dalam program ini. Dari jumlah tersebut, 78 mahasiswa menerima beasiswa penuh dari Uni Eropa, sementara sisanya memperoleh pendanaan dari universitas, institusi mitra, maupun perusahaan swasta.

Program Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM) yang didanai Uni Eropa ini dijadwalkan membuka pendaftaran untuk tahun akademik 2027/2028 pada September–Oktober 2026. Tak hanya biaya kuliah, penerima juga memperoleh tunjangan hidup sekitar €1.400 per bulan, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, hingga bantuan pengurusan visa.

Salah satu keunikan Erasmus Mundus Joint Master’s adalah sistem perkuliahannya yang berlangsung di lebih dari satu negara.

Selama masa studi yang berlangsung sekitar satu hingga dua tahun, mahasiswa diwajibkan menempuh pendidikan di minimal dua universitas di negara Eropa yang berbeda. Model ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman akademik lintas negara sekaligus memperluas jaringan internasional.

Lulusan program ini juga berpeluang memperoleh Joint Degree, yaitu satu ijazah yang diterbitkan bersama oleh beberapa universitas mitra, atau Multiple Degree, yakni dua atau lebih ijazah terpisah dari masing-masing universitas tempat mahasiswa menempuh studi.

Berbeda dengan sebagian besar program beasiswa internasional, pelamar Erasmus Mundus tidak mendaftar ke lembaga pemberi beasiswa terlebih dahulu. Pendaftaran dilakukan langsung ke konsorsium program studi yang dipilih.

Calon pelamar dapat mencari program melalui Erasmus Mundus Catalogue, yang memuat ratusan program magister dari berbagai bidang ilmu. Setiap pelamar dapat memilih hingga tiga program studi.

Penerima beasiswa Erasmus Mundus akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain biaya kuliah penuh, tunjangan biaya hidup sekitar €1.400 per bulan. Selain itu, asuransi kesehatan dan perjalanan, bantuan biaya perjalanan, termasuk tiket pesawat serta bantuan pengurusan visa dan biaya relokasi.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version