youngster.id - Ajang esports terbesar dunia, Esports World Cup (EWC) 2026, resmi akan digelar di Paris mulai 6 Juli hingga 23 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi penyelenggaraan internasional pertama EWC di luar Riyadh sejak pertama kali digelar.
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, mengatakan Riyadh memiliki peran besar dalam membangun Esports World Cup menjadi fenomena global. Namun, pihaknya kini mulai memperluas penyelenggaraan ke kota lain sebagai bagian dari pengembangan ekosistem esports dunia. Kota Paris dipilih karena memiliki reputasi sebagai salah satu pusat olahraga, budaya, dan hiburan global, sekaligus didukung antusiasme komunitas esports di Prancis.
“Paris kini menjadi penyelenggaraan internasional pertama dalam sejarah EWC,” ujar Reichert dikutip Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, keputusan memindahkan penyelenggaraan EWC 2026 ke Paris juga disebut telah melalui proses evaluasi mendalam dengan mempertimbangkan kondisi regional saat ini. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memberikan stabilitas dan kepastian bagi pemain, klub, publisher, mitra, hingga penggemar esports global.
Pada Esports World Cup 2026 ini, akan hadir lebih dari 2.000 pemain dan 200 klub esports dari lebih dari 100 negara. Para peserta akan bertanding dalam 24 game di 25 turnamen berbeda dengan total hadiah mencapai lebih dari US$75 juta.
Dalam beberapa musim terakhir, Esports World Cup mencatat pertumbuhan audiens yang signifikan. Pada penyelenggaraan 2025, EWC diklaim berhasil menjangkau lebih dari 750 juta penonton di seluruh dunia dengan total lebih dari 350 juta jam tayang.
Selain itu, turnamen ini juga mencatat peak concurrent viewership mendekati 8 juta penonton secara bersamaan. EWC 2025 disiarkan melalui 28 platform bersama 97 mitra penyiaran dan lebih dari 800 kanal dalam 35 bahasa di 140 negara.
Penyelenggara menyebut informasi lebih lanjut terkait venue, tiket, hingga detail kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
STEVY WIDIA
