Hybrid Lifestyle, Saat Tren Sport-to-Street Makin Populer di Kalangan Anak Muda

Hybrid Lifestyle

UNIQLO IN MOTION 2026 di Jakarta. (Foto: istimewa/uniqlo)

youngster.id - Pernahkah kamu melihat seseorang di coffee shop mengenakan celana jogger rapi dan kaos minimalis, tapi ternyata ia baru saja menyelesaikan sesi jogging 5K? Atau mungkin rekan kerjamu yang tetap tampil stylish dengan jaket sporty saat rapat, padahal setelah itu ia langsung menuju studio Pilates? Selamat datang di era Hybrid Lifestyle.

Bagi generasi muda urban saat ini, batasan antara ruang kerja, tempat nongkrong, dan area olahraga semakin kabur. Mobilitas tinggi menuntut efisiensi, dan hal ini melahirkan tren baru dalam berpakaian: sport-to-street style.

Menghabiskan waktu hanya untuk berganti outfit di tengah jadwal yang padat kini dianggap tidak praktis. Alhasil, muncul kebutuhan akan pakaian yang tetap nyaman dipakai berkeringat, tetapi juga cukup stylish untuk bersosialisasi atau menghadiri meeting.

Fenomena ini membuat banyak brand fashion mulai mengembangkan pakaian yang tidak hanya nyaman dipakai berolahraga, tetapi juga tetap cocok digunakan untuk aktivitas harian. Salah satunya terlihat melalui pendekatan LifeWear dari UNIQLO lewat lini Sport Utility Wear (SUW).

Dalam acara UNIQLO IN MOTION 2026, tren sport-to-street terlihat semakin kuat di kalangan komunitas urban seperti Women’s 10K dan Outpace Running. Mereka tidak lagi hanya mencari pakaian olahraga yang nyaman, tetapi juga mendukung mobilitas tinggi sepanjang hari.

Marketing Manager UNIQLO Indonesia, Lisqia Lalantika, mengatakan tren tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bergerak kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban modern.

“UNIQLO IN MOTION 2026 memperlihatkan bagaimana bergerak kini menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih luas. Bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang komunitas, kenyamanan, dan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui Sport Utility Wear, kami ingin menghadirkan pakaian yang dapat mengikuti setiap ritme gerak masyarakat urban, dari olahraga hingga kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Teknologi seperti DRY-EX, AIRism, Ultra Stretch, hingga UV Protection kini mulai menjadi bagian penting dalam gaya hidup urban aktif. Bukan sekadar fitur pakaian olahraga, tetapi solusi untuk mereka yang harus berpindah dari meeting, transportasi publik, hingga sesi workout tanpa banyak jeda.

Bagi generasi urban yang harus berpindah dari gym ke coffee shop atau dari jogging pagi ke meeting siang, kenyamanan kini menjadi faktor penting dalam memilih outfit. Karena itu, teknologi pakaian seperti quick dry, breathable material, hingga UV protection mulai dianggap sebagai kebutuhan baru, bukan sekadar fitur tambahan.

Hal serupa juga dirasakan Luna Maya yang menilai kenyamanan dan fleksibilitas kini menjadi faktor penting dalam memilih outfit olahraga.

“Untuk perempuan, pakaian olahraga yang tepat itu penting sekali, terutama saat melakukan aktivitas dengan movement yang intens seperti HIIT atau lari. Saya suka karena terasa ringan, fleksibel, dan tetap stylish untuk dipakai sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Maxime Bouttier menilai outfit olahraga yang nyaman membantu seseorang tetap fokus saat beraktivitas.

“Outfit yang tepat bisa membantu kita tetap fokus bergerak. Yang saya suka, materialnya tetap breathable dan cepat kering meskipun dipakai di cuaca Indonesia yang panas,” kata Maxime.

Karena itu, tren hybrid lifestyle diperkirakan akan terus berkembang. Di 2026, tampil stylish bukan lagi soal pakaian formal atau sporty, tetapi tentang seberapa siap outfit yang dikenakan menemani aktivitas dari pagi hingga malam.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version