IHG Perluas Bisnis Hotel Premium di Indonesia

IHG menandatangani kerja sama dengan PT Raka Eka Makmur untuk menghadirkan Hotel Indigo Yogyakarta. (Foto: istimewa/IHG)

youngster.id - Industri perhotelan Indonesia terus menarik minat pelaku bisnis global untuk memperluas portofolio dan menjangkau destinasi wisata baru. Salah satunya IHG Hotels & Resorts yang memperkuat ekspansi bisnisnya melalui pengembangan hotel premium di Indonesia, dengan menyasar Yogyakarta sebagai pasar berikutnya.

Senior Director, Development, South East Asia & Korea, IHG Hotels & Resorts Chris Anklin mengatakan, Yogyakarta memiliki daya tarik melalui kekayaan budaya, kreativitas lokal, serta potensi wisata yang menjangkau wisatawan domestik maupun internasional.

“Kami sangat senang dapat membawa Hotel Indigo ke Yogyakarta, destinasi yang dikenal akan kekayaan warisan budaya, energi kreatif, serta daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun internasional,” ujar Chris dikutip Sabtu (10/10/2026).

Untuk itu, IHG mengumumkan penandatanganan kerja sama dengan pengembang properti PT Raka Eka Makmur untuk menghadirkan Hotel Indigo Yogyakarta. Dijadwalkan dibuka pada 2029, properti ini akan menjadi hotel pertama merek Hotel Indigo di Yogyakarta sekaligus memperluas portofolio Luxury & Lifestyle IHG di Indonesia.

Chris menambahkan, Yogyakarta memiliki karakter lokal yang sesuai dengan konsep Hotel Indigo, yang mengangkat identitas lingkungan sekitar melalui desain, budaya, kuliner, dan pengalaman menginap.
“Pengembangan Hotel Indigo Yogyakarta menjadi bagian dari strategi IHG untuk memperluas jangkauan mereknya di berbagai destinasi wisata Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, IHG mengoperasikan tiga hotel Hotel Indigo di Indonesia, dengan enam properti lainnya dalam tahap pengembangan di sejumlah destinasi, termasuk Bali, Jakarta, dan Lombok. Secara keseluruhan, IHG mengoperasikan 35 hotel dari sembilan merek di Indonesia, dengan 13 properti tambahan dalam tahap pengembangan. Portofolio tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperluas kehadirannya di pasar perhotelan Indonesia melalui berbagai segmen dan destinasi.

Yogyakarta menjadi salah satu pasar yang dipertimbangkan dalam strategi tersebut. Selain dikenal sebagai pusat budaya dan seni, kota ini memiliki akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan, termasuk Candi Borobudur dan Prambanan.

“Posisi Yogyakarta sebagai pintu gerbang menuju Borobudur, salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas Indonesia, didukung oleh tingginya minat perjalanan serta konektivitas udara yang semakin baik melalui Yogyakarta International Airport, semakin memperkuat daya tariknya sebagai pusat pariwisata sekaligus mendukung strategi kami untuk terus berkembang di destinasi-destinasi yang memiliki daya tarik kuat,” kata Chris.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Raka Eka Makmur, Ronny Pallar, mengatakan kerja sama dengan IHG bertujuan menghadirkan pengalaman perhotelan yang mengangkat karakter Yogyakarta melalui seni, kuliner, dan budaya lokal.

“Hotel ini akan menjadi pintu gerbang bagi para tamu untuk menikmati pengalaman autentik melalui seni, kuliner, dan budaya Yogyakarta, sekaligus menjadi tempat untuk menjelajahi situs Warisan Dunia UNESCO seperti Borobudur dan Prambanan,” katanya.

Melalui pengembangan ini, IHG dan PT Raka Eka Makmur berharap dapat menghadirkan pilihan akomodasi yang menghubungkan pengalaman menginap dengan eksplorasi budaya setempat. Penandatanganan Hotel Indigo Yogyakarta menambah daftar pengembangan IHG di Indonesia. Dengan rencana pembukaan pada 2029, proyek ini menjadi bagian dari langkah perusahaan memperluas portofolio perhotelan sekaligus memperkuat kehadirannya di destinasi wisata dengan karakter lokal yang kuat.

 

 

Exit mobile version