youngster.id - Indonesia Investment Authority (INA) bersama lima lembaga pemodal negara (sovereign investor) global meluncurkan China-ASEAN Joint Investment Council (CAJIC) pada perhelatan China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) ke-26 di Xiamen, China.
Melalui pembentukan dewan investasi ini, INA memperkuat posisinya dalam menarik modal asing jangka panjang ke Indonesia sekaligus memperluas kolaborasi investasi strategis di kawasan Asia.
Inisiatif ini dibentuk oleh INA bersama China Investment Corporation (CIC), Government Pension Fund (GPF) Thailand, Khazanah Nasional Berhad Malaysia, State Oil Fund of The Republic of Azerbaijan (SOFAZ), serta Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan) (KWAP) Malaysia, dengan CGS International Securities bertindak sebagai Sekretariat.
Kurangi Kesenjangan Informasi dan Perkuat Pasar Lokal
Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menggarisbawahi bahwa CAJIC menjadi wadah berkelanjutan untuk memperkuat kemitraan investasi antara China dan kawasan ASEAN yang melampaui transaksi individual.
“Dialog rutin dan riset bersama dapat mengurangi kesenjangan informasi, memperdalam pemahaman mengenai kondisi pasar lokal, serta membantu setiap institusi mengidentifikasi keselarasan antara mandat dan kapabilitas masing-masing. Seiring waktu, hal ini dapat memperkuat pipeline investasi dan membangun kemitraan tepercaya,” ujar Oki, Rabu (16/9/2026).
Ia menambahkan bahwa nilai utama CAJIC bagi Indonesia dan ASEAN terletak pada kemampuannya menghubungkan institusi, gagasan, dan peluang menjadi kolaborasi konkret yang menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Empat Pilar Operasional dan Fokus Sektor Strategis
Sebagai platform institusional, CAJIC hadir untuk memperdalam pemahaman pasar dan mengoptimalkan peluang investasi lintas negara melalui empat pilar strategis. CAJIC memfasilitasi Dialog Berkala antarlembaga guna mempererat kolaborasi, serta menggelar Forum Tahunan tingkat tinggi untuk mengarahkan kebijakan dan arus modal regional.
Demi landasan investasi yang solid, CAJIC menyusun Riset Tematik bersama untuk memetakan potensi dan risiko pasar lokal secara mendalam, yang disempurnakan dengan Program Pelatihan Eksekutif guna meningkatkan kapasitas SDM serta kepemimpinan investor institusional di koridor China-ASEAN.
Sejumlah pimpinan lembaga anggota, seperti Secretary-General GPF Thailand Dr. Soraphol Tulayasathien dan Managing Director Khazanah Malaysia Dato’ Amirul Feisal Wan Zahir, menyambut positif kehadiran dewan ini. Sektor-sektor yang menjadi fokus peluang investasi bersama antara lain infrastruktur berkelanjutan, digitalisasi, manufaktur maju (advanced manufacturing), hingga transisi energi rendah karbon.
Sementara itu, Chairman dan CEO CIC Zhang Qingsong menegaskan optimisme pihak China terhadap prospek ekonomi jangka panjang Indonesia dan ASEAN, serta pentingnya mendorong arus investasi dua arah yang tangguh dan berkelanjutan. (*AMBS)
