youngster.id - Asosiasi Startup for Industry Indonesia (STARFINDO) resmi mengumumkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2029. Maulana Wiga, pemuda asal Aceh, dilantik sebagai Ketua Umum oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita setelah terpilih melalui pemilihan internal organisasi.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi wadah alumni program Startup4Industry Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut. Di bawah nahkoda baru, STARFINDO melakukan transformasi strategis guna mendorong startup teknologi dan manufaktur nasional agar mampu bertumbuh secara komersial serta menembus rantai pasok global.
Sejak didirikan pada 23 Desember 2022 di bawah pengawasan Kemenperin, STARFINDO telah menaungi lebih dari 1.115 entitas startup penyedia solusi teknologi (problem solver) untuk sektor industri, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Ini bukan sekadar hasil dari sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa startup industri Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik. Kami mendorong agar inovasi yang dihasilkan startup tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat diimplementasikan di sektor industri,” ujar Ketua Umum STARFINDO, Maulana Wiga, dikutip Senin (10/8/2026).
Buka Akses Pendanaan dan Komersialisasi Teknologi
Dalam kepengurusan periode 2026–2029, STARFINDO menetapkan beberapa agenda bisnis prioritas untuk memacu ekosistem startup industri. Langkah ini diawali dengan perluasan akses investasi melalui pembukaan jaringan dengan investor dan modal ventura guna mengatasi kendala pendanaan serta mengakselerasi kapasitas produksi.
Selain itu, STARFINDO berfokus pada komersialisasi dan akselerasi dengan menjembatani kolaborasi antara startup dan pelaku industri agar teknologi buatan dalam negeri dapat diadopsi secara luas. Guna membawa inovasi lokal ke panggung internasional, organisasi ini juga mendorong integrasi ke dalam rantai pasok industri global serta memfasilitasi ekspansi ke luar negeri.
Seluruh agenda strategis tersebut ditopang oleh modernisasi internal melalui penerapan tata kelola berbasis data (data-driven) dan sistem digital yang transparan serta profesional.
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Industri
Menperin Agus menilai penguatan organisasi startup merupakan faktor krusial dalam mengakselerasi transformasi digital industri nasional. Menurutnya, indikator keberhasilan startup tidak hanya diukur dari jumlah entitas yang lahir, melainkan dari kemampuannya bertahan, bertumbuh, dan memberikan dampak ekonomis.
“STARFINDO merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong inovasi, transformasi digital, dan penguatan sumber daya manusia. Kehadiran organisasi ini penting untuk memastikan startup industri dapat terus berkembang dan berkontribusi pada produktivitas sektor manufaktur,” tegas Agus.
Dengan pelantikan pengurus baru ini, STARFINDO siap memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan akademisi untuk mempercepat penyerapan teknologi lokal sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di panggung teknologi regional.
STEVY WIDIA
